We are B

This is our blog which consist our assignments and our activities during we together in English Departement IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Jokowi Yunani Evrianta

Name: Yunani Evrianta
Class: TBI-B/4
NIM: 1414133158
Jokowi Dalam Cermin Dunia
Dalam penulisan essai narasi ini, penulis akan membawa para pembaca kedalam suatu tempat yang berisi wacana mengenai kehidupan Jokowi, sejak ia lahir sampai sekarang yang menjabat sebagai orang penting nomor satu di Indonesia, dengan kata lain yakni seorang presiden Indonesia. Terdapat beberapa point dalam penulisan essai ini, diantaranya yaitu: review buku; hal positif dan negatif; pesan moral dan ilmu yang dapat dipetik; saran dan rekomendasi dari buku tersebut.
1.      Review Buku
Warga Indonesia mana yang tidak mengetahui sosok dan kepribadian Jokowi. Khalayak masyarakat Indonesia mengetahui siapa dan bagaimana Jokowi dalam menjalani kehidupannya. Tentunya terdapat perbedaan pendapat dan pikiran mengenai sosok Jokowi dalam pandangan setiap individu, karena setiap individu memiliki pola pemikiran yang berbeda.
Dalam penulisan buku yang berjudul “JOKOWI Dalam Cermin Dunia”, mengatakan bahwa sang penulis memandang kehidupan Jokowi antara simpati dan sinisme dalam cermin dunia. Hal tersebut menunjukan perbedaan pandangan mengenai sosok Jokowi antar individu dengan individu lain. Sebelum membahas lebih lanjut, penulis akan membawa pembaca untuk mengetahui latar belakang dan biografi Jokowi.
Nama asli Jokowi yaitu Ir. H. Joko Widodo, beliau lahir di Surakarta, Jawa Tengah, 21 Juni 1961 dari pasangan Noto Mihardjo dan Sujiatmi Notomihardjo. Beliau merupakan anak sulung dari empat bersaudara (Iit Sriyantini, Ida Yati dan Titik Relawati). Pendidikannya diawali dengan masuk SD Negeri 111 Tirtoyoso dan SMA Negeri 6 Surakarta. Selepas SMA, ia diterima di Fakultas Kehutanan Universitas Gajah Mada. Selepas menyandang gelar insinyur pada tahun 1985, ia bekerja di BUMN Pinus Merkusii di Daratan Tinggi Gayo, Aceh Tenggara.
Beliau terlahir bukan dari keturunan ningrat ataupun keraton, akan tetapi dari kalangan biasa. Seorang pria yang lahir dan besar di Solo, membuatnya menjadi pribadi yang sederhana, santun, penuh tata krama, polos, dan lemah lembut dalam bertutur kata. Tak jarang dia menghormati orang yang lebih tua darinya. Karakter tersebut mencerminkan kepribadian dan watak seseorang yang tinggal dan menetap di wilayah Solo, layaknya keturunan bangsa keraton ataupun ningrat.
Jokowi menikah dengan Iriana di Solo, tanggal 24 Desamber 1986, dan memiliki 3 orang anak, yaitu Gibran Rakabuming Raka (1988), Kahiyang Ayu (1991), dan Kaesang Pangarep (1995). Karena tidak betah bekerja di Aceh dan berpisah dengan istrinya yang sedang hamil tua, Jokowi memilih pulang kampung. Berkumpul bersama keluarga dan bekerja di CV Roda Jati yang bergerak di bidang bisnis kayu milik pamannya.
Pada tahun 1988, beliau merintis usaha sendiri dengan nama CV Rakabu. Usaha tersebut diambil dari nama anaknya yang pertama, Gibran Rakabuming Raka. Usaha ini berkembang dan membuatnya bisa berkeliling ke berbagai daerah dan negara. Akhirnya beliau bertemu dengan Micl Romaknan, seorang rekan bisnis asal Jerman yang akhirnya memberinya panggilan popoler hingga kini yaitu ‘Jokowi’. Micl Romaknan sengaja mengubah nama panggilan Joko menjadi Jokowi agar mirip dengan Jokovich. Dari perkenalannya dengan pengusaha Jerman ini, Jokowi bisa berkeliling Eropa seiring dengan banyaknya pesanan mebel dari negara-negara tersebut.
Pada pilkada kota Solo tahun 2005, Jokowi maju sebagai calon walikota Surakarta dengan dukungan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Setelah memimpin kota Solo selama masa jabatan 2005-2010, Jokowi memutuskan untuk kembali maju pada pilkada berikutnya.
Pada tahun 2012, menjelang Pilkada DKI Jakarta, mantan wakil Presiden Jusuf Kalla mendorong Jokowi untuk maju sebagai calon gubernur DKI Jakarta periode 2012-2017, kemudian Jokowi bersedia menerima tawaran itu. Jokowi diputuskan maju sebagai calon Gubernur DKI Jakarta dari PDIP berpasangan dengan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dari Gerindra. Dan bersaing dengan 5 pasangan Cagub-Cawagup yang lainnya. Akhirnya pada tanggal 29 September 2012, KPUD DKI Jakarta menetapkan pasangan Jokowi-Ahok sebagai gubernur dan wakil gubernur DKI untuk masa bakti 2012-2017.
Hiruk pikuk Pilkada DKI Jakarta di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi global, membuat Jokowi semakin populer. Namanya semakin dikenal luas di seluruh Indonesia dan dunia. Pendekatannya yang membumi dan pragmatis, seperti yang ditunjukkan melalui program “blusukan” untuk memeriksa keadaan di lapangan secara langsung telah membuat namanya mendunia. Gaya kerja blusukan Jokowi yang apa adanya, spontan, dan non protokoler selalu ditunggu-tunggu publik. Hal ini menjadi kepemimpinan pemimpin sebelumnya selama Indonesia merdeka.
Sementara itu, revolusi mental yang akan di bangun dalam pemikiran masyarakat Indonesia, Jokowi berbicara soal konsep kepemimpinan untuk mengubah mental rakyat indonesia. Jokowi dengan prinsip politiknya yaitu memanusiakan manusia, hal ini bermaksud menganggap warga yang paling tahu permasalahannya masing-masing, dan pemerintah hanya menjadi pelayan, pengawal, sekaligus pemimpin warga untuk menjadi lebih baik.
Dalam memimpin kota Solo, Jokowi melakukan tugasnya dengan baik, sehingga menjadikan kota Solo menjadi lebih maju. Jokowi memiliki gaya kepemimpinan yang pragmatis dan membumi. Jokowi melakukan blusukan di berbagai daerah, tempat, yang sedang dalam masalah. Beliau langsung turun ke lapangan, meninjau seperti apakah masalah yang terdapat dalam wilayah tersebut mendengar dan melihat keluh kesah masyarakat dan menemukan solusi yang tepat. Hal ini jarang dilakukan oleh pemerintah sebelumnya, sehingga masyarakat menilai bahwa sosok Jokowi dipandang sebagai seseorang yang amanah dalam menjalankan tugasnya.
Di sisi lain, banyak pandangan dan pernyataan miring masyarakat mengenai kepemimpinan Jokowi. Diantaranya yaitu mengatakan bahwa Jokowi merupakan seseorang yang tidak amanah, pengumbar janji palsu, ingin dipandang banyak orang, tidak cerdas, tidak tegas, dan tidak pantas menjadi seorang pemimpin. Hal ini dikarenakan bahwa masa jabatan gubernur Jakarta belum selesai dilaksanakan, dan langsung menjadi presiden Indonesia. Hal tersebut di pandang sebagai pandangan sinisme dalam masyarakat. Respons sikap pro dan kontra masyarakat membesar seiring dengan perkembangan kepopuleran Jokowi di lingkungan masyarakat.
Jokowi di mata pemimpin dunia merupakan seorang pemimpin yang sederhana, bertanggung jawab, dan mempunyai metode blusukan dalam menjalankan tugasnya sebagai pemimpin Indonesia. Presiden AS (Barrack Obama) mencatat ambisi Jokowi untuk mengubah Indonesia menjadi lokomotif maritim dunia, dan Indonesia bisa memainkan peran penting dalam menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan. Beberapa presiden dunia lainnya pun sependapat dengan pernyataan presiden AS. Tanizaki Yasuaki mengakui bahwa metode blusukan sangat penting. Para pemimpin Jepang jarang melakukan blusukan karena sebagian dari mereka sangat sibuk, blusukan selalu dilakukan oleh para politisi anggota parlemen Jepang.
2.      Hal Positif dan Negatif
Dalam penulisan buku yang berjudul “Jokowi dalam cermin dunia”, penulis menemukan beberapa hal positif dan negatif tentang isi dari buku tersebut. Perjalan hidup seorang Jokowi yang di kemas secara apik dan detail dalam sebuah buku yang memuat berbagai kontens isi pembahasanya, menjadikan para pembaca mengerti dan dapat merasakan kejadian apa yang terjadi dalam buku tersebut. Sumber informasinya di tampilkan dengan lengkap, sehingga para pembaca dapat mengkonfirmasikan keakuratan berita tersebut.
Sisi positif dari buku tersebut yang lain yaitu, terdapat banyak informasi dan sumber bacaan yang berasal dari narasumber/tokoh masyarakat yang mengungkapkan ide/pikirannya mengenai kepemimpinan Jokowi. Selain itu, buku tersebut dapat menampung aspirasi masyarakat untuk menuangkan gagasan, ide, opini berdasarkan pandangan kepemimpinan Jokowi.
Berdasarkan pendapat dari tokoh masyarakat Internasional mengenai kepemimpinan Jokowi. Diantara tokoh masyarakat Internasional tersebut, banyak yang mengungkapkan bahwa terdapat nilai-nilai positif, cara memimpin suatu wilayah/negara yang baik, dan moral yang baik yang terdapat dari dalam kepemimpinan Jokowi dapat diaplikasikan kedalam kehidupan sehari-hari. Hal tersebut mencerminkan sisi positif dari buku tersebut.
Hal negatif yang terdapat dalam buku tersebut yaitu terlalu banyaknya sumber referensi yang menyajikan data dari situs website ataupun blog. Keakuratan atau kebenaran suatu berita/informasi yang diakses dari blog yaitu lemah. Sebab blog merupakan hasil karya tulis seseorang yang dapat berubah-ubah setiap saat, tidak berdasarkan sumber yang nyata dan pasti. Di sisi lain, hampir setiap lembar halaman terdapat referensi dari website/blog, sehingga rendahnya penggunaan daftar pustaka seperti buku, jurnal, dan research.
Pembahasan informasi dalam buku tersebut selalu berulang-ulang, sehingga para pembaca merasa bosan dan mototon dalam memahami isi teks tersebut. Alangkah lebih baiknya, jika bahasa yang digunakan dalam penulisan tersebut tidak menggunakan pemborosan kata. Selain itu, pembahasan buku tersebut didominasi oleh opini/pendapat dari berbagai kalangan masyarakat Internasional tentang kepemimpinan Jokowi. Hal ini berarti penulis buku bertindak sebagai mediator (alat penyampaian) informasi tentang kepemimpinan Jokowi.
Hal negatif lainnya yaitu, para pembaca dibuat bingung dengan pembahasan buku tersebut. Sebab penulis terlalu banyak menggunakan nama tokoh masyarakat Internasional untuk mengungkapkan opini/pendapatnya tentang kepemimpinan Jokowi. Sebuah buku yang baik hendaknya berisi karya tulis dari seorang penulis itu sendiri, bukan mendominasikan dari opini/pendapat masyarakat Internasional.
3.      Pesan moral dan ilmu yang dapat dipetik dari buku tersebut
Jokowi dikenal dengan sosok pribadi yang mempunyai sifat sederhana, kerja keras, ramah, sopan, santun, dan mudah bersosialisasi dengan masyarakat. Hal tersebut berarti mendidik seseorang untuk membentuk pribadi yang lebih baik dan dapat berinteraksi di dalam lingkungan masyarakat.
Karakter sederhana yang dimiliki seorang Jokowi dapat diteladani oleh masyarakat. Kesederhanaan membuat seseorang menjadi pribadi yang mempunyai rasa cukup dan selalu bersyukur dalam kehidupannya. Hal ini dapat menjadikan seseorang yang berkualitas (good person).
Attitude yang dimiliki seorang Jokowi yakni sopan dan santun, dapat mendidik seseorang menjadi pribadi yang berkualitas. Sebab, attitude (sikap) seseorang sangat berpengaruh di dalam lingkungan masyarakat dan dapat menentukan baik/buruknya seseorang. Seseorang yang memiliki attitude yang baik, akan sangat dihargai dalam masyarakat, meskipun seseorang tersebut tidak memiliki kecerdasan. Sisi lainnya, seseorang yang cerdas dan pintar, tidak memiliki attitude yang baik, maka seseorang tersebut tidak dihargai dalam lingkungan masyarakat.
Karakter yang baik, produktif, jujur, dan optimis dibentuk melalui pendidikan. Pendidikan berperan penting dalam kehidupan manusia, sebab pendidikan akan menjadikan seseorang yang berkualitas, dapat mengetahui hal yang baik dan buruk serta dapat mengaplikasikannya kedalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang dimiliki seseorang, yang akan berguna dalam kehidupannya.
Dilihat dari sisi kepemimpinan Jokowi, beliau mempunyai karisma dan wibawa dalam memimpin suatu negara. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan sifat bermasyarakat yang baik. Sehingga membuatnya poluler di mata masyarakat Internasiaonal. Sistem blusukan yang dilakukannya dalam memimpin suatu wilayah atau negara menjadikannya sosok pemimpin yang amanah dalam menjalankan tugas. Metode blusukan harus dimiliki oleh setiap pemimpin, sebab hal ini untuk mengetahui kondisi atau suatu masalah yang tersdapat dalam lingkungan tersebut, sehingga mempermudah dalam menyelesaikan masalah.
4.      Saran dan Rekomendasi dari buku tersebut
Sebuah buku yang baik, bagus, dan berkualitas tentunya memiliki sumber data yang akurat dan benar adanya. Hal ini membutuhkan referensi yang cukup banyak, meliputi metode studi pustaka (buku, jurnal, research). Sebab hal tersebut sangat mempengaruhi kualitas baik atau buruknya buku tersebut. Semakin banyak penggunaan referensi studi pustaka, maka semakin berkualitas juga isi buku tersebut, demikian juga sebaliknya.

Penulis memberikan saran terhadap penulisan buku yang berjudul “Jokowi dalam Cermin Dunia”, diantaranya yaitu hendaknya lebih mendominasikan penggunaan referensi dari studi pustaka (buku, jurnal, dan research) daripada penggunaan referensi dari website (artikel atau blog).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar