Nama : Siti Ayu Sholehah
Kelas : TBI-B/IV
NIM : 1414131059
Judul Buku :
Jokowi dalam Cermin Dunia, Antara Simpati dan Sinisme
Karya: Nurul Ibad. Ms
Jokowi alias Joko Widodo adalah seorang laki-laki yang lahir dan
dibesarkan di kota Solo tepatnya di
Surakarta, Jawa Tengah, 21 Juni 1961. Dari pasangan Noto Mihardjo dan Sujiatmi Notomiharjo.
Mereka bukandari kalangan pejabat ataupun keturunan ningrat keraton Solo, namun
mereka berasal dari kalangan masyarakat Solo biasa.Dari situlah tumbuh sosok
Jokowi yang santun, penuh tata karma, polos, dan kalem.Beliau adalah anak
sulung dari empat bersaudara yaitu Iit Sriyantini, Ida Yati dan Titik Relawati.
Mulyono itulah nama panggilan Jokowi kecil. Pendidikanny adiawali
dengan masuk SD Negeri 111 Tirtosoyo.Kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1
Surakarta dan SMA Negeri 6 Surakarta.Selepas SMA, beliau diterima di Fakultas
Kehutanan Universitas Gajah Mada. Tahun 1985 beliau telah menyandang gelar
insinyur, ia bekerja di BUMN TP Kertas Kraft Acehdan di tempatkan di area Hutan
Pinus Merkusii di Dataran Tinggi Gayo, Aceh Tengah.
Masa kecil beliau penuh dengan kesulitan dan kerja keras, berbagai
cara ia tempuh untuk mencukupi uang sekolah maupun jajan, seperti berdagang,
mengojek paying dan jadi kuli panggul. Karena istrinya yang sadang hamil tau,
sehingga beliau harus berpulang kampung.Dan dilanjutkan bekerja di CV Roda Jati
yang bergerak di bidang bisnis kayu milik pamannya itu. Iriana itulah nama
istri Jokowi. Beliau menikah di Solo pada tanggal 24 Desember 1986.Dan lahirlah
Gibran Rakabuming Raka (1988), Kahiyang Ayu (1991), dan Kaesang Pangarep
(1995).
Pada pilkada kota Solo tahun 2005, Jokowi maju sebagai Calon Wali kota Surakarta dengan
dukungan dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) dan Partai
Kebangkitan Bangsa (PKB). Ketika itu beliau berpasangan dengan FX Hadi
Rudyatmo, dan bersaing denga pasangan Achmad Purnomo – Istar Yuliadi, pasangan
Hardono – GPK Dipokusumo , dan pasangan Slamet Suryanto – Hengky Narto Sabdo.
Pasangan Jokowi – Rudy berhasil menjadi pemenang yang meraih suara sebanyak
36,62 persen.
Setelah memimpin kota Solo selama masa jabatan 2005-2010 jokowi
memutuskan untuk melanjutkan pada pilkada selanjutnya dengan pasangan yang
seperti semula. Pada tahun 2012, menjelang pilkada DKI Jakarta, mantan Wakil
Presiden Jusuf Kalla secara pribadi mendorong Jokowi untuk maju sebagai calon
gubernur DKI Jakarta periode 2012-2017. Prabowo Subianto ingin memasangkan
jokowi yang telah menyandang Wali Kota terbaik di dunia, dengan kadernya Basuki
Tjahaja Purnama (Ahok) yang juga telah menorehkan banyak prestasi selama
menjabat Bupati Bangka Belitung.
Dalam pemilihan, pasangan Jokowi dan Ahok menjadi pemenang dengan
jumlah 42,6 %. Mereka bersaing dengan lima pasangan lainnya, dua diantaranya yaitu;
pasangan Fauzi Bowo – Nachrowi Ramli dan pasangan Hendardji Soepandji – Ahmad
Riza Patria. Ketika inilah nama Jokowi semakin popular di seluruh Indonesia
maupun dunia dengan programnya yang “blusukan” itu. Dan ketika itu juga sudah
muncul wacana untuk menjadikan Jokowi sebagai calon presiden RI ke- 7 pada
Pilpres 2014.
Salah satu visi beliau ketika menjadi Wali Kota Solo yaitu
“memanusiakan Manusia”.Seperti yang telah beliau lakukan kepada para pedagang
dan PKL di Taman Banjarsari.Ketika itu beliau ingin merelokasi tempat mereka,
dan ini terwujud dengan hampir tanpa gejolak. Cara Jokowi yaitu mengundang
makan para pedagang di rumah dinas wali kota.dalam pertemuan pertama ini Jokowi
sama sekali tidak membahas relokasi karena dalam pertimbangannya, hal itu belum
waktunya disampaikan. Undangan makan itu dilakukan rutin hingga pertemuan yang
ke- 53.Dan pada pertemuan ke-54 lah beliau baru menyampaikan tujuannya.
Adapun program Jokowi lainnya yaitu “Revolusi Mental”. Revolusi
Mental adalah merubah karakter menjadi baik, dapat dikatakan juga mengubah pola
piker dan mindset.Disini banyak orang yang menanggapi kata revolusi
mental pada arti yang menyimpang. Namun tanggapan-tanggapan atas visi-misi
Jokowi ini bukan hanya pada slogan ini, pada program “blusukan” pun sama
adanya.
Ketika pasangan Jokowi dan Ahok yang tidak diunggulkan ini,
ternyata memiliki strategi tersendiri dalam menyiasati hasil survey.Gaya
kampanye Jokowi yang menekankan pendekatan langsung ke pada masyarakat dengan
mendatangi mereka langsung. Mereka menghindari pemasangan spanduk, poster,
stiker, dan baliho di taman kota atau jalanan karena menurutnya itu dapat
mengotori kota.
Pada pilkada pertama ini terjadi suatu masalah bahwa
lembaga-lembaga survey tidak bertindak obyektif, tidak independen dan profesional dalam penelitiannya. Namun
berbeda dengan hasil pilkada DKI Jakarta putaran kedua yang diselenggarakan
pada tanggal 20 September 2014ini kembali embuat kalangan politisi, akademisi,
dan pengamat terpana. Dengan hitungan cepat yang digelar sejumlah lembaga
survey bahwa pasangan Jokowi dan Ahok menjadi pemenang dengan skor 54%.
Pada tanggal 14 Maret 2014, setelah Jokowi resmi memenangkan
pilkada Megawati Soekarnoputri memberikan mandat kepada jokoei untk maju
sebagai calon presiden Republik Indonesia, dan berpasangan dengan Jusuf Kalla,
yang mendapatkan dukungan dari koalisi PDI-P, PKB, Partai NasDem, dan Partai
Hanura. Pasangan ini memiliki visi-misi yang diberi judul “Jalan perubahan
untuk Indonesia yang Berdaulat, Mandiri, dan Berkepribadian.Sementara itu,
pasangan Prabowo – Hatta yang mengajukan visi utamanya yaitu “Membangun
Indonesia yang Bersatu, Berdaulat, Adil, dan Makmur serta Bermartabat.
Menjelang pemilihan umum presiden banyak isu-isu yang dilemparkan
kepada Jokowi, seperti capres boneka megawati, keislaman Jokowi yang diragukan,
dan tuduhan bahwa Jokowi adalah keturunan orang Tionghoa, hingga klaim bahwa ia
adalah antek asing dan bahkan zionis. Menanggapi capres boneka, megawati
langsung membantahnya. Megawati merasa prihatin dengan rumor yang mengamggap
bahwa apa yang dikatakan Jokowi berasal dari dirinya, yang seolah meragukan
kewarganegaraannya. Adapun isu tentang keislaman Jokowi yang patut diragukan
itu, Din Syamsudin segera menaggapinya, dan membuat kesaksian langsung di media
atas keislaman Jokowi yang benar-benar muslim adanya.
Setelah itu Presiden Joko Widodo mengeluarkan Kartu Indonesia
Pintar (KIP) sebagai upaya membantu anak kurang mampu untuk bersekolah.Dengan
tujuan menghilangkan hambatan ekonomi siswa yang bersekolah sehingga mereka
memperoleh akses pelayanan pendidikan yang layak, mencegah siswa dari
kemungkinan putus sekolah dll. Selain KIP, ada juga KIS atau Kartu Indonesia
Sehat, namun tidak bertujuan menggantikan program JKN dari pemerintahan
sebelumnya. Dan KKS atau Kartu Keluarga Sejahtera adalah pengganti Kartu
Perlindungan Sosial (KPS)
Pada awal masa pemerintahan Jokowi, beliau mengeluarkan kebijakan
yang tidak populis, yaitu mengurangi subsidi BBM yang berdampak pada kenaikan
harga BBM sementara harga minyak dunia tengah melemah.Maksud Jokowi ingin
mengalihkan subsidi BBM kepada sektor produktif, dengan membangun banyak
infrastruktur, perlindungan kesejahteraan mesyarakat kurang mampu dan
pembangunan pembangkit listrik.
Terdapat beberapa pendapat tokoh dan polotisi tentang kebijakan
presiden Jokowi atas kenaikkan harga BBM, diantaranya yaitu: Rizal Ramli
(mantan menteri koordinator bidang perekonomian pada era almarhum Gus Dur),
“kebijakan tersebut jelas telah melanggar keputusan mahkamah konstitusi (MK).
Bisa saja Jokowi dijatuhkan karena kebijakan tersebut.Namun berbeda dengan
pendapat Prof. Dr. Emil Salim, meminta bersikap kooperatif dan tidak
memperkeruhsuasana dengan membuat isu BBM kian memanas. Imbas dari kenaikan BBM tidak akan berakibat pada penambahan masyarakat miskin
karena subsidi cenderung digunakan oleh kalangan atas.
Kembali ke masa Jokowi menjabat sebagai wali kota Solo selama dua
periode, setidaknya terdapat enam poin prestasi, lima diantaranya adalah: pertama.
Dengan brending “Solo: The Spirit of Java” Jokowi bwrhasil memasukkan
Surakarta sebagai anggota organisasi kota-kota WarisanDunia pada Tahun 2006.
Dan Surakarta juga menjadi tuan rumah Konferensi Organisasi tersebut.
Kedua: Dengan
semangat polotik “Memanusiakan Manusia” Jokowi berhasil melakukan renovasi
pasar di tujuh lokasi serta merelokasi 989 pedagang dengan damai. Dan Jokowi
juga berhasil mempromosikan pasar baru yang diragukan akan sepi tersebut di TV
local Solo sehingga diminati pedagang. Ketiga: Jokowi pernah
mempopulerkan mobil Esemka karya anak negeri dan membantu pengembangannya, dan
juga menjadikankan mobil Dinas AD 1A di Surakarta.
Keempat: Pada tahun
2007 dan 2008 Surakarta perna menjadi tuan rumah dalam penyelenggaraan Festival
Musik Dunia (FMD). Kelima: Majalah Tempo memasukkan Jokowi sebagai salah
satu dari sepuluh tokoh terbaik dari 472 kabupaten dan kota di tanah air. Namun
dari sini banyak tanggapan pro maupun kontra dari sebagian tokoh terkemuka,
diantaranya yaitu: Hilmi Ahmad Sakdillah menyatakan bahwa,”Jokowi telah
mengubah Solo menjadi Kota yang bersih “bersih dari korupsi”.” Dan Amien Rais
menyatakan bahwa,” Solo itu masih kumuh, gelap, agak miskin, dan Solo juga
termasuk tingkat kemiskinannya tertinggi di Jawa Tengah.”
The Next Obama,
begitulah julukan Jokowi selama menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta dan
presiden RI, dikalangan internasional, popularitas Jokowi mampu melampaui
popularitas Barrack Obama. Dengan ketertarikan Obama kepada Jokowi, sehingga ia
mengundang Jokowi untuk datang ke Washington DC dalam KTT APEC. Selain Obama
banyak pula$ yang memandang Jokowi adalah sosok yang istimewa, yaitu Tonny
Abbott (politikus Australia), Shinzo Abe (politikus Jepang), Xi Jinping (Presiden,
Sekretaris Jenderal partai komunis, dan kepala Komisi Militer Sentral Republik
Rakyat Tiongkok) dll.
·
Sisi
positif dari buku
Disini juga pembaca akan diajak untuk mengenali sosok dari pribadi
jokowi yang sederhana. Awal membaca buku ini, maka pembaca akan memahami betul
bahwa buku ini sangat mengunggulkan pendapat-pendapat orang yang terkemuka.
Disini penulis menggunakan susunan kalimat yang mudah dimengerti sehingga
pembaca akan mudah terbawa emosi ketika membaca argumen atau tanggapan
seseorang yang kritis atas kinerja-kinerja jokowi, apalagi ketika seseorang
yang tergolong kontra terhadap jokowi.
·
Sisi
negatif dari buku
Terdapat beberapa kata yang sedikit asing seperti; retribusi,
nepotisme, adagium dan lain-lain, disini seharusnya penulis membuat lembar.....
sehingga akan memudahkan pembaca dari
golongan orang yang kurang mengerti bahasa “tinggi” dalam mengartikan kata tersebut.
Dan terdapat beberapa tulisan yang salah [revousi= revolusi], [di canangkan=
dicanangkan] dll, tak jarang pula penulis mengulang-ngulang kalimat yang sudah
dituliskan sebelumnya, pemborosan kata.
Dari sekian banyak foot note yang tertulis, hanya sedikit
sekali kutipan yang bersumber dari buku (nonfiksi). Hampir 80% foot note bersumber
dari kabar di internet dan kabar di koran. Buku ini juga sangat transparan
terhadap seseorang yang pro maupun kontra terhadap jokowi. Sehingga
transparansi tersebut dapat dikirakan akan menjatuhkan martabat atau jabatan
seseorang tersebut, hal ini juga mencerminkan bahwa sang penulis adalah seorang
yang lancang . Dan terkadang penulis juga menggunakan bahasa yang kurang sedap
untuk dibaca.
·
Ilmu
yang tersirat
Adapun ilmu yang terkandung dalam buku ini sangatlah banyak, yaitu
agar tidak langsung mempercayai isu-isu yang beredar di media massa sebelum
dikonfirmasikan terlebihdahulu, seperti yang terjadi pada bapak Presiden Jokowi
yang masih diperrtanyakan keislamannya, namun hal ini dibantah keras oleh Kiai.
Mauimun Z dan Jusuf Kalla bahwasanya beliau adalah seorang muslim yang ta’at.
·
Saran dan rekomendasi
Adapun saran dan rekomendasi ingin di tunjukan kepada penulis, yaitu dalam
penulisan buku ilmiyah setidaknya menggunakan bahasa yang sopan dan tidak
mengandung unsur memojokkan seseorang. Dengan demikian tidak akan ada seorang
yang menjadi objek yang salah atau benar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar