SEJARAH
PENDIDIKAN INDONESIA
By
: Ibrahim Guntur Nuary
TBI-B/4
Setelah
membaca buku yang berjudul “Sejarah pendidikan Indonesia” karya Prof. Dr. S.
Nasution, M.A. bahwasanya menjelaskan lika-liku perkembangan pendidikan di Indonesia yang terjadi dalam jangka waktu
yang cukup lama dan di mulai ketika belanda menjajah di indonesia. Tetapi Buku ini difokuskan pada sejarah pendidikan
Indonesia 1892 – 1920. Dikarenakan periode ini merupakan periode yang paling
menarik sepanjang sejarah perkembangan pendidikan. Pada masa inilah terbentuk
suatu sistem pendidikan yang lengkap, yang memungkinkan anak Indonesia belajar
dari tingkat rendah sampai tingkat yang paling tinggi, walaupun demikian masih
saja ada yang tidak bisa membaca dan juga menulis, tidak di bolehkan berbahasa
belanda dan juga kecilnya lulusan perguruan tinggi, itu merupakan kekurangan
pembelajaran dari belanda yang di berikan kepada indonesia.
Setidaknya
yang perlu di pahami adalah pembelajaran pada masa Belanda harus ditempuh
dengan penuh pengorbanan serta problematik dan "tekanan politis" dari
pihak asing (penjajah). Pada periode ini pula lah kita dapat melihat bagaimana
pendidikan diberikan pemerintahan belanda yang membawa unsur politis-akhimya
justru menjadi senjata untuk melenyapkan kolonialisme mereka dari bumi
Indonesia tercinta ini.
Buku
ini mengelupas habis semua pembelajaran yang terjadi di indonesia pada zaman
kolonial Belanda seperti kurikulum, guru, fasilitas dan keadaan murid pada saat
itu. Pada dasarnya belanda memberikan pembelajaran atau pengetahuan kepada
rakyat Indonesia hanya untuk menjalankan misi belaka yang bertujuan untuk
menyebarkan agama mereka untuk mengambi alih sistem kekuasaan yang ada di
Indonesia. Mereka juga ingin berdagang di Indonesia, agar semua berjalan dengan
baik, semua hal yang berkaitan dengan agama akan di sangkut pautkan dengan
pelajaran yang ada. Dan mereka takut jika menyebarkan agamanya di ruang lingkup
agama Islam. lebih ironisnya Alasan orang Belanda mendirikan sekolah bagi
anak-anak Indonesia yaitu untuk mendidik anak Belanda dan Jawa agar menjadi
pekerja yang kompeten pada VOC. Dan pada saat itu belum terdapat pengajaran
klasik. Mengajar berdasarkan pengajaran individual. Murid-murid datang seorang
demi seorang ke meja guru dan menerima bantuan individual. Bahasa yang
dipergunakan adalah bahasa melayu dan portugis, karena bahasa belanda masih
dirasakan sulit.
Kekurangan dari buku ini ialah dari
tabel yang di gunakan untuk mngetahui suatu murid baru atau tahun ajaran pada
siswa masih sangat sulit untuk di mengerti terlebih lagi ada tabel yang
menggunakan persen dan bukan angka bulat.
Pengajaran pada masa belanda bahasa
pengantar yang di gunakan yaitu bahasa Belanda, dan sudah di gunakan pada kelas
3 sekolah dasar yang bertujuan agar anak-anak Indonesia paham dan mengerti
bahasa Belanda walaupun masih terasa sulit untuk di gunakan. Tetapi ada
alternatif lain untuk dapat berkomunikasi dengan baik yaitu menggunakan bahasa
melayu sistem ini berbanding terbalik dengan sistem yang ada sekarang,
bahwasanya sistem di Indonesia sekarang mulai pada titik hancur yang mana
bahasa Inggris mulai di tiadakan di sekolah dasar. Pada zaman Belanda bahasa
Belanda sangat di perlukan dan bahkan wajib untuk menguasai bahasa tersebut.
Bahasa Inggris harus di perluas lagi agar semua masyarakat Indonesia mampu
menguasai bahasa Inggris.
Buku ini sangat layak menjadi
pertimbangan bagi setiap guru atau pengajar yang ingin menjadi profesional,
karena buku tersebut bisa menjadi patokan dalam hal pengajaran yang baik dan
terpadu kepada murid walaupun ada intrik-intrik tersendiri yang di gunakan oleh
orang Belanda. Serta kurikulum yang di gunakan berbeda dan masih ada kesamaan
pada kurikulum sebelumnya. Bahasa yang di gunakan sangat mudah di mengerti dan
tidak ada rancu sedikit pun sehingga penulis mudah memahami setiap kalimat dan
paragraf.
Terlepas
dari saran di atas penulis sangat bersyukur karena dapat mengetahui dan
membandingkan pembelajaran pada zaman Belanda hingga saat ini dan tentunya
sangat inspiratif dan inovatif.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar