Review
Buku “Sejarah Pendidikan Indonesia”
Author:
Suelis
TBI.B/IV
I.
Mukadimah
Pendidikan merupakan suatu proses
memperoleh pengetahuan, keterampilan dan juga merupakan kebiasaan yang
diperoleh seseorang memalui proses berlatih, pengajaran atau juga dari sebuah
penelitian yang diturunkan dari generasi ke generasi.
Semua
pendidikan yang terdapat di berbagai Negara mempunyai sejarah masing-masing,
termasuk pendidikan yang ada di Indonesia. Pendidikan di Indonesia yang
sekarang ini tidak serta merta diperoleh dengan mudah. Banyak sekali
tahapan-tahapan yang dilalui bangsa Indonesia dalam memperjuangkan pendidikan.
Seperti yang terdapat dalam buku yang berjudul “sejarah pendidikan indonesia”
yang ditulis oleh Prof. Dr. S. Nasution, M.A. Penulis akan mengulas sedikit
mengenai isi yang terdapat dalam buku tersebut.
II.
Isi
Buku
yang berjudul “sejarah pendidikan Indonesia ini berisi tentang sejarah
pendidikan yang terjadi di Indonesia mulai dari jaman penjajahan belanda sampai
sekarang. Dalam buku ini dijelaskan bahwa orang pribumi atau orang Indonesia
sulit untuk memperoleh pendidikan pada jaman penjajahan belanda.
Pada
masa penjajahan belanda di Indonesia, kegiatan pendidikan dilakukan oleh sebuah
gerakan yang diberi nama VOC (Verenigde Oost-indische Compagnie) yang berpusat
di Indonesia timur dimana gama katolik telah berakar. Akan tetapi, pendidikan
yang didirikan oleh VOC ini hanya diperuntunkan untuk bangsa belanda saja.
Sekolah yang didirikan oleh bangsa belanda tersebut lebih bertujuan untuk
menyebarkan agama, bahasa, dan juga kebudayaan mereka di kalangan orang
Indonesia.
Akan
tetapi, sekolah yang didirikan oleh VOC tidak dapat berkembang menjadi
pendidikan yang lengkap, akan tetapi tetap bersifat parlementer dan bercirikan
agama. Kemudian barulah pada tahun 1607 didirikan sekolah di ambon yang
diperuntunkan untuk bangsa Indonesia. Sejak saat itu pendidikan bagi bangsa
Indonesia terus mengalami perkembangan secara bertahap, terlebih lagi setelah
VOC dibubarkan. Pada tahun 1892 sudah banyak sekolah-sekolah yang diabngun di
pulau jawa dan luar pulau jawa.
Salah satunya yaitu sekolah rendah yang pada
mulanya hanya diperuntunkan untuk anak dari golongan priyayi namun kebanyakan
diisi oleh anak dari golongan rendah. Kemudian pada akhir abad-19 pemerintah
mengadakan diferensiasi pendidikan antara anak dari golongan priyayi dengan
anak dari golongan rendah. Maka terbentuklah sekolah kelas satu yang
diperuntunkan untuk anak golongan priyayi dan sekolah kelas dua bagi anak dari
golongan rendah.
Setelah
terbentuk sekolah kelas satu dankelas dua, pada tahun 1907 didirikan sebuah
sekolah yang diberi nama sekolah desa yang bertujuan untuk lebih memperluas
pendidikan. Untuk itu sekolah desa menerapkan biaya serendah mungkin. Sekolah
ini mejadi pendidikan terbesar belanda yang memebrikan kesempatan kepada
rakyatnya untuk belajar membaca, menulis dan berhitung.
Kemudian
setelah itu didirikan ELS (Europese Lagere School) yang bertujuan untuk
memperkuat arasa nasionalisme di kalangan belanda. Pada tahun 1900 ketika
belanda masih menjajah, terdapat pula perkumpulan cina yang mana mereka
menyebarkan kebiasaan dan moral cina menurut ajaran yang dianut mereka. Keadaan
tersebut menyadarkan pemerintah belanda untuk menghentikan kegiatan tersebut,
untuk itu pemerintah belanda mendirikan sebuah sekolah yang diberi nama HCS (
Holland Chinese School). Sekolah ini bertujuan untuk memberikan pendidikan
belanda terhadap anak-anak china murni.
Dikarenakan
pada masa tersebut pendidikan hanya diperuntunkan bagi anak-anak belanda dan
laniinya, sedangkan pendidikan untuk bangsa Indonesia sendiri masih sangat
jarang sekali maka atas dorongan yang kuat di kalangan Indonesia untuk
memperoleh pendidikan dibentuklah sekolah yang diberi nama HIS (Hollands
Inlandse School). Dan ini merupakan sekolah pertama yang diperuntunkan untuk
anak-anak Indonesia.
Bagi
orang Indonesia HIS merupakan jalan utama bagi mobilitas sosial. pada mulanya
sekolah ini hanya untuk anak-anak Indonesia yang berasal dari kalangan elit.
Namun seiring dengan berjalannya waktu, sekolah ini mulai banyak diisi oleh
anak Indonesia yang berasal dari golongan rendah. Sekolah ini juga dapat
memenuhi keinginan orang Indonesia untuk dapat melanjutkan pelajaran sampai
tingkat tertinggi.
Setlah
didirikannya HIS, barulah setelah itu sekolah-sekolah bagi anak Indonesia mulai
bermunculan seperti MULO. MULO merupakan suatu tonggak yang sangat penting
dalam sejarah pendidikan Indonesia. Hal itu dikarenakan MULO membuka jalan
untuk melenyapkan bata-batas sosial dan juga merupakan langkah bagi anak
Indonesia untuk dapat meneruskan pendidikan ke perguruan tinggi.
Pada
intinya, pendidikan yang ada di Indonesia ini pada mulanya di latarbelakangi
oleh pendidikan – pendidikan yang didirikan oleh bangsa belanda selama masa
penjajahan mereka di Indonesia. Semua pendidikan yang diberikan oleh belanda
bagi tanah jajahannya yaitu Indonesia selalu berkaitan dengan kepentingan
belanda. Akan tetapi, yang terpenting adalah ketika periode 1892-1920 merupakan
dasar yang kokoh bagi perkembangan pendidikan di Indonesia di kemudian hari.
III.
Hal
Positif dan Negative
Buku
yang berjudul sejarah pendidikan Indonesia karya Prof. Dr. S. Nasution, M. A.
ini terdapat banyak sekali hal-hal yang
positif diantaranya yaitu: dengan membaca buku ini kita jadi lebih
mengetahui bagaimana sejarah pendidikan yang terjadi di Indonesia pada masa
penjajahan, selain itu juga kita bisa mengetahui perbedaan pendidikan yang
terjadi pada masa penjajahan dan masa sekarang, kita juga dapat mengetahui
perkembangan pendidikan yang terjadi di Indonesia. Sedangkan hal negative dari buku ini adalah
banyak terdapat kata-kata yang tidak formal serta sulit untuk dipahami.
IV.
Ilmu
Yang Dapat Diambil
Ilmu
yang dapat diambil dari buku ini ialah bahwa kita tidak seharusnya
menyia-nyiakan sebuah pendidikan, terlebih lagi jika kita melihat sejarah dari
pendidikan yang ada di indoneisa ini. Yakni betapa sulitnya pada masa itu para
tokoh atau pejuang memperjuangkan pendidikan bagi anak-anak Indonesia.
V.
Saran
dan Rekomendasi
Sebaiknya
penyajian isi buku yang berjudul sejarah pendidikan Indonesia ini lebih dibuat
menarik, seperti di selipkan gambar-gambar yang sesuai dengan penjelasannya.
Hal ini bertujuan agar para pembaca tidak merasa bosan ketika membaca buku ini
dan juga agar tidak terlalu monoton.
Akan
tetapi, buku ini sangat layak untuk dibaca. Banyak pelajaran yang dapat diambil
dari buku ini terutama bagi para pelajar yang ingiin mengetahui sejarah
pendidikan yang terjadi di Indonesia.
Referensi: Nasution, s. 2001. Sejarah Pensisikan Indonesia. Jakarta: PT. Bumi Aksara
Tidak ada komentar:
Posting Komentar