Nama : Bagus
Prasetyo
Kelas : TBI B
Semester :
4
NIM : 1414132077
Tugas : Review dari
buku “Jokowi Dalam Cermin Dunia”
Mukadimah
Buku
ini semacam buku inspiratif sederhana tentang seorang sosok sederhana yang
akhir-akhir ini sering menjadi sorotan publik terkait dengan PILKADA Daerah
Khusus Ibukota Jakarta 2012 dan keberhasilannya menjadi presiden RI ke-6.
Dialah Jokowi, mantan orang ndeso yang dengan gilang-gemilang berhasil
menaklukkan rimba ibukota. Joko Widodo, atau yang lebih populer dipanggil
Jokowi, adalah sosok bersahaja yang apa adanya tapi juga ada apa-apanya. Begitu
banyak kualitas kepemimpinan dalam dirinya: kreativitas, mengayomi, mampu
mempersatukan banyak pendapat, dan tidak segan-segan melakukan tindakan yang
agak “tidak umum” namun ternyata
memang berhasil. Semua kualitas inilah yang menjadikan sosoknya begitu berbeda
dan begitu menyedot perhatian publik semenjak beliau menjabat sebagai Gubernur
DKI Jakarta hingga kini beliau menjadi Presiden Ri ke-6.
Dalam
buku ini pembaca akan dibawa kedalam sebuah cerita yang berdasarkan latar
belaka seorang jokowi dan kempampuan serta juga keraguan masyarakat terhadap
jokowi. Seperti yang tertera pada cover buku ini ‘Antara simpati dan sinisme’
tidak sedikit orang yang meragukan dirinya menjadi seorang walikota, gubernur,
hingga kini menjadi presiden. Namun, anggapan-anggapan tersebut seolah-olah
hilang dengan sendirinya dikala Jokowi berhasil menjadi pemimpin dan beliau
membuktikannya dengan sederet prestasi yang beliau capai.
Isi
Lingkungan
yang kumuh tidak menjadikan jiwa, hati, dan pikirannya turut kumuh. Dengan
didikan Bapaknya yang tukang kayu serta Ibundanya yang begitu sederhana serta
bijak dalam mengarungi hidup, Jokowi pun tumbuh sebagai anak yang terbiasa
bekerja keras, bertanggung jawab, dan juga cerdas. Ia begitu beruntung karena
tumbuh dengan dikelilingi oleh orang-orang yang bersahaja namun memiliki
pandangan hidup yang luar biasa.
Ir.
H. Joko Widodo atau yang akrab dipanggil dengan jokowi terlahir di Surakarta
pada 21 Juni 1961. Beliau terlahir di keluarga yang sangat sederhana. Ayahnya
hanyalah tukang kayu dan jokowi harus bekerja keras untuk membantu perekonomian
keluarganya. Beliau tidak seperti bocah lainnya yang pada masa kecilnya
disibukan dengan bermain, untuk memenuhi biaya sekolah dan jajan beliau
terpaksa berdagang, ojek payung, serta menjadi kuli panggul.
Pendidikan
beliau berawal dari SDN 111 Tirtoyoso. Kemudian beliau melanjutkan ke jenjang
yang lebih tinggi di SMPN 1 Surakarta dan SMAN 6 Surakarta. Setelah lulus
beliau berhasil diterima di suatu perguruan tinggi yang saat ini perguruan
tinggi tersebut cukup ternama di Indonesia, Jokowi berhasil diterima kuliah di
universitas yang benar-benar menjadi favoritnya. Ia masuk sebagai mahasiswa
Jurusan Kehutanan, Universitas Gajah Mada. Ia tahu, keluarganya tidak begitu
berada, tapi orang tua Jokowi tetap mengedepankan prinsip pentingnya pendidikan
sehingga mereka bekerja keras demi membiayai Jokowi. Beliau berhasil
menyelesaikan kuliahnya dan beliau mendapatkan gelar Insinyur. Setelah itu
beliau bekerja di BUMN PT Kertas Kraft Aceh.
Satu
pelajaran yang harus dipelajari oleh pemuda masa kini tentang semangat pemuda
Jokowi, yang ngekos dengan duit sangat pas-pasan, di mana ia juga harus
bolak-balik Jogja-Solo setiap akhir pekan demi membantu usaha orang tuanya.
Jokowi tahu benar bahwa keluarganya telah berkorban banyak demi kuliahnya, dan
ia tidak akan menyia-nyiakan hal itu. Ia pun tumbuh menjadi mahasiswa yang
cerdas, aktif berorganisasi, dan memiliki pandangan maju. Kualitas prima ini ia
tunjukkan dalam program KKN yang ia ajukan bersama kelompoknya. Bukan sekadar
KKN biasa, program yang diluncurkan Jokowi ini berhasil membangun masyarakat
desa dengan berbasis kemandirian. Saat berpamitan, mereka meninggalkan desa itu
dengan perasaan bangga bahwa semua anak muda di desa itu telah memiliki
keterampilan dalam mengolah kayu menjadi mebel. Ia benar-benar anak tukang kayu
yang berpandangan ke depan.
Kepemimpinan
jokowi pada saat menjadi walikota kota solo menjadikan beliau sosok yang dikenal
sebagai sosok yang bermasyarakat. Satu sikap yang seharusnya pemimpin-pemimpin
didaerah lain mencontoh jokowi adalah ketika beliau dilantik beliau mengadakan
tim kecil khusus untuk mensurvei keinginan masyarakat. Beliau memposisikan
dirinya sebagai pelayan masyarakat bukan sebagai penguasa daerah. Mungkin sosok
seperti inilah yang membuat masyarakat merasa memiliki seorang pemimpin yang
mengerti segala kebutuhan masyarakat. Pemimpin seperti ini yang dicari
masyarakat disetiap daerah, terlebih daerah jawa yang dominan masyarakatnya
mengeluh karena banyak kitidak becusan pemimpin daerah mereka. Dari sikap
jokowi inilah yang membuat beliau seketika menjadi dikenal di daerah-daerah
lain di Indonesia.
‘Blusukan’
sebuah program yang mengantarkan beliau menjadi seorang presiden. Program ini
mendapatkan banyak pujian dari luar negeri. Menanyakan keluhan masyarakat,
membaur dengan masyarakat, dan turun langsung kemasyarakat adalah cirri dari
program blusukan ini. Program tersebut menjadikan jokowi pemimpin yang sangat
dekat dengan masyarakat. Masyarakat pun merasa nyaman serta mendapatkan solusi
atas semua permasalahan yang ada di masyarakat. Namun tidak sedikit orang juga
yang tidak suka dengan program blusukan ini. Banyak sekali yang mengatakan
bahwa program ini hanyalah pencitraan saja dari seorang pemimpin dan program
ini tidak memberikan solusi melainkan hanya membuang waktu dan energy saja.
Jokowi
menyebutkan bahwa negeri ini membutuhkan sebuah revolusi mental. Revolusi
mental disini disebutkan bahwa warga masyarakat Indonesia harus mengenal
karakteristik orang Indonesia. Karakter orang Indonesia yang dikenal adalah
sebagai sosok yang santun, berbudi pekerti, ramah, dan bergotong royong. Jokowi
beranggapan karakter inilah yang membuat masyarakat sejahtera. Namun pada saat
ini karakter tersebut sangat sulit ditemukan apalagi di daerah perkotaan yang
masyarakatnya memegang erat prinsip modern dan individualism. Karakter tersebut
masih sering kita tamui di daerah pedesaan yang masyarakatnya masih perduli
antara satu dengan yang lainnya.
Rusaknya
karakter masyarakat inilah yang menimbulkan permasalahan seperti korupsi,
kolusi, etos kerja yang kurang baik, bobroknya birokasi serta
ketidakdisiplinan. Oleh sebab itu jokowi menyebutkan perlu adanya revolusi
mental di Indonesia. Revolusi mental ini bertujuan untuk mengembalikan karakter
asli masyarakat Indonesia. Karakter yang di dominan dengan sikap perduli satu
dengan lainnya. Jika dalam ilmu kejawaan terdapat
ilmu Aji Rasa yaitu mempelajari
bagaimana perasaan orang lain jika kita perlakukan dengan tidak baik. Ilmu
tersebut dulu sangat erat hubungannya dengan masyarakat jawa namun pada saat
ini sangan sulit sekali menemukan masyarakat dengan sikap seperti itu.
Satu-satunya jalan untuk revolusi sebagaimana yang dimaksud adalah lewat
pendidikan yang berkualitas dan merata, serta penegakan hukum yang tanpa
pandang bulu.
Disaat
beliau menjabat sebagai wali kota beliau mendapatkan enam prestasi yang
menakjubkan. Prestasi inilah yang menepis dari karaguan masyarakat atas kepemimpinan
beliau. Namun, beberapa orang beranggapan miring pada dirinya. Tidak dapat
dipastikan di Indonesia ini pemimpin yang memiliki banyak prestasi pun masih
ada beberapa orang yang beranggapan miring pada pemimpin itu. Padahal, sang
pengeritik tersebut belum tentu memiliki prestasi sebanyak beliau.
Adanya
pendapat miring tentang jokowi dikarenakan banyak program-program jokowi yang
mogok di tengah jalan. Misalnya, pembangunan beberapa taman seperti Sekar Taji,
Terminal Tirtonadi, City Walk, Railbus, pasar tradisional, dan lain-lain. Namun
permasalahan tersebut tidak sebanding dengan sederet prestasi yang beliau
dapat. Itu hanyalah anggapan seseorang yang tidak suka kepada beliau dan
mencari-cari dari kesalahan beliau yang pernah beliau lakukan.
Setelah
beliau dipilih menjadi seorang presiden, beliau tidak merubah gaya
kepemimpinannya. Beliau masih sering melakukan program blusukannya. Program
yang dimana mendapat banyak pujian dari masyarakat dan mendapat banyak
keritikan dari tokoh politik sendiri yang beragaapan hanyalah sebuah
penceritraan belaka. Setiap orang memiliki caranya tersendiri dalam memimpin. Jika
yang dipimpinnya merasa puas kenapa tidak caranya untuk tetap dilanjutkan.
Selagi masyarakat merasa puas akan hasil kerja pamimpinnya dan terdapat banyak
solusi akan programnya blusukan ini harus tetap dilaksanakan bahkan bila perlu
pemimpin dari setiap daerah mengaplikasikannya program tersebut.
Suatu
hal yang sangat aneh ketika semua masyarakatnya menyukai pemimpinnya sedangkan
anak buahnya mengkritik pemimpinnya. Ada apa dengan negeri ini ketika
mendapatkan pemimpin yang banyak disukai masyarakat selalu menjadi musuh pada
anak buahnya. Namun, dari banyaknya kritikan beliau juga mendapat komentar
positif dari SBY yang dituliskan pada suatu bukunya. Komertar ini yang membuat
jokowi semangat kembalai dan tetap melakukan programnya yang fenomenal.
Jokowi
memiliki hobi yang cukup menarik untuk seorang presiden. Hobi beliau sejak SMP
adalah suka dengan musik cadas. Musik dimana yang beraliran sangat keras dan
terkesan tidak karuan. Selain musik cadas beliau juga menyukai musik metal yang
serupa dengan musik cadas. Salah satu band favorit beliau adalah Metallica.
Band yang berasal dari amerika ini disukai beliau sejak dulu. Mungkin beliau
menyukai musik cadas karena terdapat manfaat yang tersembunyi dari musik cadas
sendiri yaitu dapat menghilangkan beban pikiran serta dapat menghilangkan
stress. Manfaat musik cadas ini jarang sekali banyak orang yang mengetahuinya.
Jokowi ketika ingin menjabat sebagai presiden
ia mendapatkan dukungan dari musisi asing. Sangatlah jarang pemimpin yang dapat
dukungan dari musisi-musisi dunia. Sebutlah salah satunya Jason Mraz yang
mendukung melalui akun tweeternya. Ini mencerminkan bahwa jokowi adalah sosok
yang menarik. Sampai seorang musisi yang dengan kessibukannya dan kebanyakan
musisi tidak mengerti soal politik sekali pun memberikan dukungan positif untuk
jokowi.
Kekurangan
dari buku ini adalah sang penuslis berpegang pada anggapan dan perdapat orang
lain. Dibuku ini juga terdapat banyak sekali kutipan dan catatan kaki.
Pembahasan dari setiap paragraph terkadang tidak berhubungan sama sekali dan
melenceng dari pembahasan. Sedangkan kelebihannya buku ini tidak memandang sisi
negative maupun positif dari presiden jokowi. Artinyya penulis netral dalam
menuliskan karya ini.
Penutup
Buku ini sangatlah bagus untuk dibaca. Pembaca dapat
mengetahui sosok presidennya secara lebih dalam serta juga mengetahui latar
belakang presidennya. Banyak pelajran yang dapat diambil pula dari sosok
presiden jokowi. Buku ini juga menyimpan pesan untuk para pembaca khususnya
masyarakat Indonesia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar