We are B

This is our blog which consist our assignments and our activities during we together in English Departement IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Minggu, 06 Maret 2016

Jokowi Bagus Prasetyo

Nama               :  Bagus Prasetyo
Kelas               :  TBI B
Semester          :  4
NIM                :  1414132077
Tugas               :  Review dari buku “Jokowi Dalam Cermin Dunia”


Mukadimah
Buku ini semacam buku inspiratif sederhana tentang seorang sosok sederhana yang akhir-akhir ini sering menjadi sorotan publik terkait dengan PILKADA Daerah Khusus Ibukota Jakarta 2012 dan keberhasilannya menjadi presiden RI ke-6. Dialah Jokowi, mantan orang ndeso yang dengan gilang-gemilang berhasil menaklukkan rimba ibukota. Joko Widodo, atau yang lebih populer dipanggil Jokowi, adalah sosok bersahaja yang apa adanya tapi juga ada apa-apanya. Begitu banyak kualitas kepemimpinan dalam dirinya: kreativitas, mengayomi, mampu mempersatukan banyak pendapat, dan tidak segan-segan melakukan tindakan yang agak tidak umum namun ternyata memang berhasil. Semua kualitas inilah yang menjadikan sosoknya begitu berbeda dan begitu menyedot perhatian publik semenjak beliau menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta hingga kini beliau menjadi Presiden Ri ke-6.
Dalam buku ini pembaca akan dibawa kedalam sebuah cerita yang berdasarkan latar belaka seorang jokowi dan kempampuan serta juga keraguan masyarakat terhadap jokowi. Seperti yang tertera pada cover buku ini ‘Antara simpati dan sinisme’ tidak sedikit orang yang meragukan dirinya menjadi seorang walikota, gubernur, hingga kini menjadi presiden. Namun, anggapan-anggapan tersebut seolah-olah hilang dengan sendirinya dikala Jokowi berhasil menjadi pemimpin dan beliau membuktikannya dengan sederet prestasi yang beliau capai.

Isi
Lingkungan yang kumuh tidak menjadikan jiwa, hati, dan pikirannya turut kumuh. Dengan didikan Bapaknya yang tukang kayu serta Ibundanya yang begitu sederhana serta bijak dalam mengarungi hidup, Jokowi pun tumbuh sebagai anak yang terbiasa bekerja keras, bertanggung jawab, dan juga cerdas. Ia begitu beruntung karena tumbuh dengan dikelilingi oleh orang-orang yang bersahaja namun memiliki pandangan hidup yang luar biasa.
Ir. H. Joko Widodo atau yang akrab dipanggil dengan jokowi terlahir di Surakarta pada 21 Juni 1961. Beliau terlahir di keluarga yang sangat sederhana. Ayahnya hanyalah tukang kayu dan jokowi harus bekerja keras untuk membantu perekonomian keluarganya. Beliau tidak seperti bocah lainnya yang pada masa kecilnya disibukan dengan bermain, untuk memenuhi biaya sekolah dan jajan beliau terpaksa berdagang, ojek payung, serta menjadi kuli panggul.
Pendidikan beliau berawal dari SDN 111 Tirtoyoso. Kemudian beliau melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi di SMPN 1 Surakarta dan SMAN 6 Surakarta. Setelah lulus beliau berhasil diterima di suatu perguruan tinggi yang saat ini perguruan tinggi tersebut cukup ternama di Indonesia, Jokowi berhasil diterima kuliah di universitas yang benar-benar menjadi favoritnya. Ia masuk sebagai mahasiswa Jurusan Kehutanan, Universitas Gajah Mada. Ia tahu, keluarganya tidak begitu berada, tapi orang tua Jokowi tetap mengedepankan prinsip pentingnya pendidikan sehingga mereka bekerja keras demi membiayai Jokowi. Beliau berhasil menyelesaikan kuliahnya dan beliau mendapatkan gelar Insinyur. Setelah itu beliau bekerja di BUMN PT Kertas Kraft Aceh.
Satu pelajaran yang harus dipelajari oleh pemuda masa kini tentang semangat pemuda Jokowi, yang ngekos dengan duit sangat pas-pasan, di mana ia juga harus bolak-balik Jogja-Solo setiap akhir pekan demi membantu usaha orang tuanya. Jokowi tahu benar bahwa keluarganya telah berkorban banyak demi kuliahnya, dan ia tidak akan menyia-nyiakan hal itu. Ia pun tumbuh menjadi mahasiswa yang cerdas, aktif berorganisasi, dan memiliki pandangan maju. Kualitas prima ini ia tunjukkan dalam program KKN yang ia ajukan bersama kelompoknya. Bukan sekadar KKN biasa, program yang diluncurkan Jokowi ini berhasil membangun masyarakat desa dengan berbasis kemandirian. Saat berpamitan, mereka meninggalkan desa itu dengan perasaan bangga bahwa semua anak muda di desa itu telah memiliki keterampilan dalam mengolah kayu menjadi mebel. Ia benar-benar anak tukang kayu yang berpandangan ke depan.
Kepemimpinan jokowi pada saat menjadi walikota kota solo menjadikan beliau sosok yang dikenal sebagai sosok yang bermasyarakat. Satu sikap yang seharusnya pemimpin-pemimpin didaerah lain mencontoh jokowi adalah ketika beliau dilantik beliau mengadakan tim kecil khusus untuk mensurvei keinginan masyarakat. Beliau memposisikan dirinya sebagai pelayan masyarakat bukan sebagai penguasa daerah. Mungkin sosok seperti inilah yang membuat masyarakat merasa memiliki seorang pemimpin yang mengerti segala kebutuhan masyarakat. Pemimpin seperti ini yang dicari masyarakat disetiap daerah, terlebih daerah jawa yang dominan masyarakatnya mengeluh karena banyak kitidak becusan pemimpin daerah mereka. Dari sikap jokowi inilah yang membuat beliau seketika menjadi dikenal di daerah-daerah lain di Indonesia.
‘Blusukan’ sebuah program yang mengantarkan beliau menjadi seorang presiden. Program ini mendapatkan banyak pujian dari luar negeri. Menanyakan keluhan masyarakat, membaur dengan masyarakat, dan turun langsung kemasyarakat adalah cirri dari program blusukan ini. Program tersebut menjadikan jokowi pemimpin yang sangat dekat dengan masyarakat. Masyarakat pun merasa nyaman serta mendapatkan solusi atas semua permasalahan yang ada di masyarakat. Namun tidak sedikit orang juga yang tidak suka dengan program blusukan ini. Banyak sekali yang mengatakan bahwa program ini hanyalah pencitraan saja dari seorang pemimpin dan program ini tidak memberikan solusi melainkan hanya membuang waktu dan energy saja.

Jokowi menyebutkan bahwa negeri ini membutuhkan sebuah revolusi mental. Revolusi mental disini disebutkan bahwa warga masyarakat Indonesia harus mengenal karakteristik orang Indonesia. Karakter orang Indonesia yang dikenal adalah sebagai sosok yang santun, berbudi pekerti, ramah, dan bergotong royong. Jokowi beranggapan karakter inilah yang membuat masyarakat sejahtera. Namun pada saat ini karakter tersebut sangat sulit ditemukan apalagi di daerah perkotaan yang masyarakatnya memegang erat prinsip modern dan individualism. Karakter tersebut masih sering kita tamui di daerah pedesaan yang masyarakatnya masih perduli antara satu dengan yang lainnya.
Rusaknya karakter masyarakat inilah yang menimbulkan permasalahan seperti korupsi, kolusi, etos kerja yang kurang baik, bobroknya birokasi serta ketidakdisiplinan. Oleh sebab itu jokowi menyebutkan perlu adanya revolusi mental di Indonesia. Revolusi mental ini bertujuan untuk mengembalikan karakter asli masyarakat Indonesia. Karakter yang di dominan dengan sikap perduli satu dengan lainnya. Jika dalam ilmu kejawaan terdapat ilmu Aji Rasa yaitu mempelajari bagaimana perasaan orang lain jika kita perlakukan dengan tidak baik. Ilmu tersebut dulu sangat erat hubungannya dengan masyarakat jawa namun pada saat ini sangan sulit sekali menemukan masyarakat dengan sikap seperti itu. Satu-satunya jalan untuk revolusi sebagaimana yang dimaksud adalah lewat pendidikan yang berkualitas dan merata, serta penegakan hukum yang tanpa pandang bulu.
Disaat beliau menjabat sebagai wali kota beliau mendapatkan enam prestasi yang menakjubkan. Prestasi inilah yang menepis dari karaguan masyarakat atas kepemimpinan beliau. Namun, beberapa orang beranggapan miring pada dirinya. Tidak dapat dipastikan di Indonesia ini pemimpin yang memiliki banyak prestasi pun masih ada beberapa orang yang beranggapan miring pada pemimpin itu. Padahal, sang pengeritik tersebut belum tentu memiliki prestasi sebanyak beliau.
Adanya pendapat miring tentang jokowi dikarenakan banyak program-program jokowi yang mogok di tengah jalan. Misalnya, pembangunan beberapa taman seperti Sekar Taji, Terminal Tirtonadi, City Walk, Railbus, pasar tradisional, dan lain-lain. Namun permasalahan tersebut tidak sebanding dengan sederet prestasi yang beliau dapat. Itu hanyalah anggapan seseorang yang tidak suka kepada beliau dan mencari-cari dari kesalahan beliau yang pernah beliau lakukan.
Setelah beliau dipilih menjadi seorang presiden, beliau tidak merubah gaya kepemimpinannya. Beliau masih sering melakukan program blusukannya. Program yang dimana mendapat banyak pujian dari masyarakat dan mendapat banyak keritikan dari tokoh politik sendiri yang beragaapan hanyalah sebuah penceritraan belaka. Setiap orang memiliki caranya tersendiri dalam memimpin. Jika yang dipimpinnya merasa puas kenapa tidak caranya untuk tetap dilanjutkan. Selagi masyarakat merasa puas akan hasil kerja pamimpinnya dan terdapat banyak solusi akan programnya blusukan ini harus tetap dilaksanakan bahkan bila perlu pemimpin dari setiap daerah mengaplikasikannya program tersebut.
Suatu hal yang sangat aneh ketika semua masyarakatnya menyukai pemimpinnya sedangkan anak buahnya mengkritik pemimpinnya. Ada apa dengan negeri ini ketika mendapatkan pemimpin yang banyak disukai masyarakat selalu menjadi musuh pada anak buahnya. Namun, dari banyaknya kritikan beliau juga mendapat komentar positif dari SBY yang dituliskan pada suatu bukunya. Komertar ini yang membuat jokowi semangat kembalai dan tetap melakukan programnya yang fenomenal.
Jokowi memiliki hobi yang cukup menarik untuk seorang presiden. Hobi beliau sejak SMP adalah suka dengan musik cadas. Musik dimana yang beraliran sangat keras dan terkesan tidak karuan. Selain musik cadas beliau juga menyukai musik metal yang serupa dengan musik cadas. Salah satu band favorit beliau adalah Metallica. Band yang berasal dari amerika ini disukai beliau sejak dulu. Mungkin beliau menyukai musik cadas karena terdapat manfaat yang tersembunyi dari musik cadas sendiri yaitu dapat menghilangkan beban pikiran serta dapat menghilangkan stress. Manfaat musik cadas ini jarang sekali banyak orang yang mengetahuinya.
 Jokowi ketika ingin menjabat sebagai presiden ia mendapatkan dukungan dari musisi asing. Sangatlah jarang pemimpin yang dapat dukungan dari musisi-musisi dunia. Sebutlah salah satunya Jason Mraz yang mendukung melalui akun tweeternya. Ini mencerminkan bahwa jokowi adalah sosok yang menarik. Sampai seorang musisi yang dengan kessibukannya dan kebanyakan musisi tidak mengerti soal politik sekali pun memberikan dukungan positif untuk jokowi.
Kekurangan dari buku ini adalah sang penuslis berpegang pada anggapan dan perdapat orang lain. Dibuku ini juga terdapat banyak sekali kutipan dan catatan kaki. Pembahasan dari setiap paragraph terkadang tidak berhubungan sama sekali dan melenceng dari pembahasan. Sedangkan kelebihannya buku ini tidak memandang sisi negative maupun positif dari presiden jokowi. Artinyya penulis netral dalam menuliskan karya ini.




Penutup

            Buku ini sangatlah bagus untuk dibaca. Pembaca dapat mengetahui sosok presidennya secara lebih dalam serta juga mengetahui latar belakang presidennya. Banyak pelajran yang dapat diambil pula dari sosok presiden jokowi. Buku ini juga menyimpan pesan untuk para pembaca khususnya masyarakat Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar