We are B

This is our blog which consist our assignments and our activities during we together in English Departement IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Senin, 07 Maret 2016

Jokowi Laelatul Latifah

Nama: Laelatul Latifah
Kelas: TBI-B/4
NIM: 1414131036

JOKOWI DALAM CERMIN DUNIA: Antara Simpati dan Sinisme

Ir. H Joko Widodo yang sudah dikenal diseluruh dunia dengan Jokowi lahir disurakarta, Jawa Tengan, 21 Juni 1961 dari pasangan Noto Mihardjo dan Sujiatmi Notomihardjo. Nama Jokowi adalah nama panggilan yang diberikan oleh Micl Romaknan, seorang rekan bisnis asal jerman,  yang populer hingga kini. Jokowi merupakan anak sulung dari empat bersaudara yaitu Iit Sriyanti, Ida Yati dan Titik Relawti. Pendidikannya diawali dengan masuk SD Negri 111 Tirtoyoso, SMP Negri 1 Surakarta, SMA Negri 6 Surakarta. Kemudian, melanjutkan belajarnya ke universitas Gajah Mada sampai pada akhirnya mendapat gelar insinyur pada tahun 1985, Jokowi bekerja di BUMN PT Kertas Kraf Aceh, dan ditempatkan diarea Hutan Pinus Merkusi di Dataran Tinggi Gayo, Aceh Tengah.
                Jokowi menikah dengan Iriana di solo pada 24 desember 1986, dan memiliki tiga orang anak. Pada pilkada kota solo pada tahu 2005, jokowi maju sebagai calon walikota Surakarta dengan dukungan partai PDI-P dan PKB. Jokowi berhasil menyandang status pemimpin untuk memimpin kota solo dengan wakilnya yaitu FX Hadi Rudyatmo selama masa jabatan 2005-2010, dan menjadi wali kota solo untuk periode 2010-2015 dengan pasangan yang sama.  
‘Memanusiakan Manusia’ menjadi gaya pendekatan barunya untuk menujukkan rasa kepeduliannya pada masyarakat pada saat jokowi menjadi wali Kota solo, langkah pertama yang diambil jokowi adalah membentuk sebuah tim kecil untuk mensurvei keinginan warga kota solo. Dibawah, kepemimpinanya, Solo mengalami perubahan yang cukup pesat, dengan semangat menerapkan Branding Solo sebagai ‘ The Spirit Of Java’ , jokowi mampu mendongkrak prestasi kota Solo dikancah Internasional, dan menjadikan Jokowi sebagai salah satu Wali kota terbaik di dunia, namun keberhasilan jokowi memimpin kota solo tidak hanya menuai pujian, tetapi juga mendapat kecaman dari dalam negri sendiri.
Selama menjabat sebagai Wali Kota Solo dalam dua periode, ada enam prestasi besar yang berhasil dicatatkan oleh Jokowi, pertama, branding ‘solo’: ‘The Spirit of Java’ jokowi berhasil memasukkan Surakarta sebagai anggota Organisasi Kota-kota Warisan Dunia pada tahun 2006, kedua, semangat positif memanusiakan manusia, jokowi berhasil merenovasi pasar di tujuh tempat serta merelokasi 989 PKL tanpa harus melakukan penggusuran, ketiga, mempopulerkan dan mengembangkan mobil karya anak negeri, keempat, Surakarta berhasil menjadi tuan rumah penyelenggaraan Festival Musik Dunia, kelima, Majalah Tempo memasukkan  Jokowi sebagai salah satu dari 10 tokoh 2008 dari 427 kabupaten dan kota di tanah air, keenam, Jokowi berhasil masuk nominasi 25 besar wali kota terbaik di dunia dan jokowi menjadi satu-satunya wali kota Indonesia bersama dengan empat wali kota Telaviv, Israel, Angeles City, Filipina, Changwon, Korea Selatan dan wali kota Ankara, Turki sebagai wakil Benua Asia.
Pada tahun 2012 atas dorongan dari jusuf kallah, jokowi mencalonkan dirinya sebagai gubernur DKI Jakarta, yang pada saat itu status jokowi masih sebagai walikota Solo. Jokowi  berpasangan dengan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), banyak pihak (tokoh besar) yang tidak setuju atas pencalonanannya. Mereka menganggap dirinya belum pantas menjadi seorang gubernur. Pasangan Jokowi dan Ahok ini awalnya tidak diunggulkan, namun ada fenomena menarik terjadi yang disebut sebagai suara rakyat suara Tuhan. Pada pemilihan putaran pertama, Jokowi-Ahok sempat berada di urutan kedua setelah Fauzi Bowo (Foke)-Nachrowi Ramli (Nara). Namun karena hasil pilkada 11 Juli 2012 tidak ada yang mencapai perolehan suara diatas 50% maka pemilihan dilakukan ulang dengan calon dua pasangan teratas. Dan hasil penghitungan resmi pada 29 September 2012, KPUD DKI Jakarta menetapkan pasangan Jokowi-Ahok sebagai gubernur DKI yang baru.
            Hiruk pikuk pilkada DKI Jakarta ditengah pesatnya perkembangan teknologi informasi, membuat jokowi semakin popular. Namanya semakin dikenal luas diseluruh Indonesia bahkan dunia. ‘Blusukan’ merupakan salah satu gaya kepemimpinanya yang menjadi perbincangan dimana-mana dan menjadi gaya kepemimpinan baru yang meruntuhkan popularitas kepemimpinan para pemimpin sebelumnya selama Indonesia merdeka.
Pada tanggal 14 Maret 2014, Megawati Soekarnoputri akhirnya memeberikan mandat kepada jokowi sebagai calon presiden RI. pasangan Jokowi-Jusuf Kalla bersaing dengan Prabowo-Hatta Rajasa. Pada saat jokowi mencalonkan calon presiden RI, banyak sekali kampanye hitam mengenai dirinya seperti isu capres boneka, keislaman jokowi yang diragukan, tuduhan bahwa jokowi adalah orang tionghoa yang merupakan putra dari OeiHong Leong, hingga klaim bahwa ia adalah antek asing dan bahkan zionis. Tetapi semua isu tersebut sangat dibantah oleh para ulama Indonesia seperti Buya Syafi’I Maarif, KH Hasyim Muzadi (Mantan ketua umum PBNU), KH. Maimun Zubair (Ketua Majelis Syariah DPP PPP), KH. Abdul Aziz Affandi (pemimpin PP Miftahul Huda Tasikmalaya jabar), Khofifah Indra Prawansa (Ketua PP Muslimat NU), Imam Ad-Daruquthn (Mantan ketum pemuda Muhammadiyah), Izzul Muslimin dan KH.Maman Imanul Haq (Pengasuh PP Al Mizan Majalengka Jabar).
Dalam hasil pilpres 2014, pasangan Jokowi dam Jusuf berhasil menang dengan meraih 53,15%, bersaing dengan pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa yang hanya meraih 46,85%. Pada tanggal 20 Oktober Jokowi dan Jusuf Kalla dilantik sebagai presiden dan wakil presiden RI yang ke tujuh. Hasil kerja yang telah dilakukan Jokowi-JK yaitu Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), kenaikan harga BBM, mengunjungi pengungsi erupsi gunung sinabung, mendatangi tempat dan korban tanah longsor Banjarnegara, menangani jatuhnya Airasia QZ8501.
Setelah menjabat sebagai Presiden RI, Jokowi ternyata tidak merubah gaya kepemimpinannya sejak menjabat Wali Kota Solo dan Gubernur DKI Jakarta. Jokowi tetap melakukan blusukan dalam kerjanya. Gaya blusukan jokowi dikenal sebagai julukan demokrasi jalanan dan secara serempak diikuti oleh para menteri yang tergabung dalam Kabinet Kerja yang dibentuk presiden Jokowi. Gaya blusukan yang dilakukan Jokowi dan dan para Menterinya ini spontan mendapatkan berbagai apresiasi dari masyarakat luas.
Perjalanan jokowi dalam prespektif prestasi, simpati dan antipasti. Dari tukang kayu, walikota, gubernur, hingga presiden RI. Beragam alasan yang membuatnya menjadi magnit yang menyita perhatian dunia. Memicu rasa penasaran para pemimpin dunia. Dari barrack Obama, Angela  markel  hingga Vladmir putin. Gaya kepemimpinan Jokowi sama sekali berbeda dengan para pemimpin sebelumnya. Maka, ketika Jokowi berbeda, menimbulkan polemik, ada yang menyambutnya dengan cinta, dan banyak pula yang menyambutnya dengan sebelah mata.
Hal positif dari buku :
·        Gaya bahasa yang digunakan dalam buku mudah dipahami
·        Banyaknya referensi sehingga tidak dapat diragukan lagi kebenarannya
·        Memberikan informasi yang berupa fakta tentang kepemimpinan Jokowi
·        Memberikan informasi mengenai politik di Indonesia
Hal negatif dari buku:
·        Terdapat beberapa kesalahan dalam pengetikan
·        Adanya pengulangan pembahasan topik
·        Terdapat beberapa kata yang diketik ulang
Ilmu yang dapat diambil dari buku tersebut yaitu:
·        Mengajarkan kita arti kesabaran yang sesungguhnya, meskipun mendapat banyak cemoohan dari banyak orang.
·        Semua kesungguhan pasti akan ada hasilnya
·        Mengetahui sikap seseorang terhadap orang lain yang tidak memandang dengan sebelah mata walaupun menjadi seorang pemimpin.
·        Mengajarkan kita untuk mengayomi masyarakat kecil bukan malah menindasnya.
Saran dan rekomendasi untuk buku:
·      Sebaiknya penulis membaca ulang hasil tulisannya sebelum benar-benar menuju percetakan karena apabila terdapat kesalahan dalam pengetikan, akan membuat para pembaca bingung dan akan terjadi kesalahpahaman dalam mengartikan maknanya.
·      Sebaiknya tidak usah adanya pengulangan pembahasan.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar