Nama: Laelatul Latifah
Kelas: TBI-B/4
NIM: 1414131036
JOKOWI DALAM CERMIN DUNIA: Antara Simpati dan Sinisme
Ir.
H Joko Widodo yang sudah dikenal diseluruh dunia dengan Jokowi lahir
disurakarta, Jawa Tengan, 21 Juni 1961 dari pasangan Noto Mihardjo dan Sujiatmi
Notomihardjo. Nama Jokowi adalah nama panggilan yang diberikan oleh Micl Romaknan,
seorang rekan bisnis asal jerman, yang
populer hingga kini. Jokowi merupakan anak sulung dari empat
bersaudara yaitu Iit Sriyanti, Ida Yati dan Titik Relawti. Pendidikannya
diawali dengan masuk SD Negri 111 Tirtoyoso, SMP Negri 1 Surakarta, SMA Negri 6
Surakarta. Kemudian, melanjutkan belajarnya ke universitas Gajah Mada sampai
pada akhirnya mendapat gelar insinyur pada tahun 1985, Jokowi bekerja di BUMN
PT Kertas Kraf Aceh, dan ditempatkan diarea Hutan Pinus Merkusi di Dataran
Tinggi Gayo, Aceh Tengah.
Jokowi menikah dengan
Iriana di solo pada 24 desember 1986, dan memiliki tiga orang anak. Pada
pilkada kota solo pada tahu 2005, jokowi maju sebagai calon walikota Surakarta
dengan dukungan partai PDI-P dan PKB. Jokowi berhasil menyandang status
pemimpin untuk memimpin kota solo dengan wakilnya yaitu FX Hadi Rudyatmo selama
masa jabatan 2005-2010, dan menjadi wali kota solo untuk periode 2010-2015
dengan pasangan yang sama.
‘Memanusiakan
Manusia’ menjadi gaya pendekatan barunya untuk menujukkan rasa kepeduliannya
pada masyarakat pada saat jokowi menjadi wali Kota solo, langkah pertama yang
diambil jokowi adalah membentuk sebuah tim kecil untuk mensurvei keinginan warga
kota solo. Dibawah, kepemimpinanya, Solo mengalami perubahan yang cukup pesat,
dengan semangat menerapkan Branding
Solo sebagai ‘ The Spirit Of Java’ ,
jokowi mampu mendongkrak prestasi kota Solo dikancah Internasional, dan
menjadikan Jokowi sebagai salah satu Wali kota terbaik di dunia, namun
keberhasilan jokowi memimpin kota solo tidak hanya menuai pujian, tetapi juga
mendapat kecaman dari dalam negri sendiri.
Selama menjabat
sebagai Wali Kota Solo dalam dua
periode,
ada enam prestasi besar yang berhasil dicatatkan oleh Jokowi, pertama,
branding ‘solo’: ‘The Spirit of Java’ jokowi berhasil memasukkan
Surakarta sebagai anggota Organisasi Kota-kota Warisan Dunia pada tahun 2006, kedua, semangat
positif memanusiakan manusia, jokowi berhasil merenovasi pasar di tujuh
tempat serta merelokasi 989 PKL tanpa harus melakukan
penggusuran, ketiga, mempopulerkan dan mengembangkan
mobil karya anak negeri, keempat, Surakarta berhasil menjadi tuan rumah
penyelenggaraan Festival Musik Dunia,
kelima, Majalah
Tempo memasukkan Jokowi sebagai
salah satu dari 10 tokoh 2008 dari 427 kabupaten dan kota di tanah air, keenam,
Jokowi
berhasil masuk nominasi 25 besar wali kota terbaik di dunia dan jokowi menjadi satu-satunya wali kota Indonesia
bersama dengan empat wali kota Telaviv, Israel, Angeles City, Filipina,
Changwon, Korea Selatan dan wali kota Ankara, Turki sebagai wakil Benua Asia.
Pada
tahun 2012 atas dorongan dari jusuf kallah, jokowi mencalonkan dirinya sebagai
gubernur DKI Jakarta, yang pada saat itu status jokowi masih sebagai walikota
Solo. Jokowi berpasangan dengan Basuki
Tjahaja Purnama (Ahok), banyak pihak (tokoh besar) yang tidak setuju atas
pencalonanannya. Mereka menganggap dirinya belum pantas menjadi seorang
gubernur. Pasangan
Jokowi dan Ahok ini awalnya tidak diunggulkan, namun ada fenomena menarik
terjadi yang disebut sebagai suara rakyat suara Tuhan. Pada pemilihan putaran
pertama, Jokowi-Ahok sempat berada di urutan kedua setelah Fauzi Bowo
(Foke)-Nachrowi Ramli (Nara). Namun karena hasil pilkada 11 Juli 2012 tidak ada
yang mencapai perolehan suara diatas 50% maka pemilihan dilakukan ulang dengan
calon dua pasangan teratas. Dan hasil penghitungan resmi pada 29 September
2012, KPUD DKI Jakarta menetapkan pasangan Jokowi-Ahok sebagai gubernur DKI
yang baru.
Hiruk pikuk pilkada DKI Jakarta
ditengah pesatnya perkembangan teknologi informasi, membuat jokowi semakin
popular. Namanya semakin dikenal luas diseluruh Indonesia bahkan dunia.
‘Blusukan’ merupakan salah satu gaya kepemimpinanya yang menjadi perbincangan
dimana-mana dan menjadi gaya kepemimpinan baru yang meruntuhkan popularitas
kepemimpinan para pemimpin sebelumnya selama Indonesia merdeka.
Pada
tanggal 14 Maret 2014, Megawati Soekarnoputri akhirnya memeberikan mandat
kepada jokowi sebagai calon presiden RI. pasangan Jokowi-Jusuf Kalla bersaing
dengan Prabowo-Hatta Rajasa. Pada saat jokowi mencalonkan calon presiden RI,
banyak sekali kampanye hitam mengenai dirinya seperti isu capres boneka,
keislaman jokowi yang diragukan, tuduhan bahwa jokowi adalah orang tionghoa
yang merupakan putra dari OeiHong Leong, hingga klaim bahwa ia adalah antek
asing dan bahkan zionis. Tetapi semua isu tersebut sangat dibantah oleh para
ulama Indonesia seperti Buya Syafi’I Maarif, KH Hasyim Muzadi (Mantan ketua
umum PBNU), KH. Maimun Zubair (Ketua Majelis Syariah DPP PPP), KH. Abdul Aziz
Affandi (pemimpin PP Miftahul Huda Tasikmalaya jabar), Khofifah Indra Prawansa
(Ketua PP Muslimat NU), Imam Ad-Daruquthn (Mantan ketum pemuda Muhammadiyah),
Izzul Muslimin dan KH.Maman Imanul Haq (Pengasuh PP Al Mizan Majalengka Jabar).
Dalam
hasil pilpres 2014, pasangan Jokowi dam Jusuf berhasil menang dengan meraih
53,15%, bersaing dengan pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa yang hanya
meraih 46,85%. Pada tanggal 20 Oktober Jokowi dan Jusuf Kalla dilantik sebagai
presiden dan wakil presiden RI yang ke tujuh. Hasil kerja yang telah
dilakukan Jokowi-JK yaitu Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Indonesia Sehat
(KIS), Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), kenaikan harga BBM, mengunjungi
pengungsi erupsi gunung sinabung, mendatangi tempat dan korban tanah longsor
Banjarnegara, menangani jatuhnya Airasia QZ8501.
Setelah menjabat sebagai Presiden RI, Jokowi
ternyata tidak merubah gaya kepemimpinannya sejak menjabat Wali Kota Solo dan
Gubernur DKI Jakarta. Jokowi tetap melakukan blusukan dalam kerjanya. Gaya
blusukan jokowi dikenal sebagai julukan demokrasi jalanan dan secara serempak
diikuti oleh para menteri yang tergabung dalam Kabinet Kerja yang dibentuk
presiden Jokowi. Gaya blusukan yang dilakukan Jokowi dan dan para Menterinya
ini spontan mendapatkan berbagai apresiasi dari masyarakat luas.
Perjalanan jokowi dalam prespektif prestasi, simpati
dan antipasti. Dari tukang kayu, walikota, gubernur, hingga presiden RI.
Beragam alasan yang membuatnya menjadi magnit yang menyita perhatian dunia.
Memicu rasa penasaran para pemimpin dunia. Dari barrack Obama, Angela markel
hingga Vladmir putin. Gaya kepemimpinan Jokowi sama sekali berbeda
dengan para pemimpin sebelumnya. Maka, ketika Jokowi berbeda, menimbulkan
polemik, ada yang menyambutnya dengan cinta, dan banyak pula yang menyambutnya
dengan sebelah mata.
Hal positif dari
buku :
·
Gaya
bahasa yang digunakan dalam buku mudah dipahami
·
Banyaknya
referensi sehingga tidak dapat diragukan lagi kebenarannya
·
Memberikan
informasi yang berupa fakta tentang kepemimpinan Jokowi
·
Memberikan
informasi mengenai politik di Indonesia
Hal negatif dari buku:
·
Terdapat
beberapa kesalahan dalam pengetikan
·
Adanya
pengulangan pembahasan topik
·
Terdapat
beberapa kata yang diketik ulang
Ilmu yang dapat diambil dari buku tersebut yaitu:
·
Mengajarkan
kita arti kesabaran yang sesungguhnya, meskipun mendapat banyak cemoohan dari
banyak orang.
·
Semua
kesungguhan pasti akan ada hasilnya
·
Mengetahui
sikap seseorang terhadap orang lain yang tidak memandang dengan sebelah mata
walaupun menjadi seorang pemimpin.
·
Mengajarkan
kita untuk mengayomi masyarakat kecil bukan malah menindasnya.
Saran dan rekomendasi untuk buku:
·
Sebaiknya
penulis membaca ulang hasil tulisannya sebelum benar-benar menuju percetakan
karena apabila terdapat kesalahan dalam pengetikan, akan membuat para pembaca
bingung dan akan terjadi kesalahpahaman dalam mengartikan maknanya.
·
Sebaiknya
tidak usah adanya pengulangan pembahasan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar