We are B

This is our blog which consist our assignments and our activities during we together in English Departement IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Minggu, 06 Maret 2016

Konsep Edutainment Elis Mikdariah

Nama               : Elis Mikdariah
Kelas               : PBI-B
Subject             :  Writing For Academic Purpose
                              


Metode EDUtainment
By : Moh. Sholeh Hamid, S.Pd.

A.     Muqaddimah
            Pendidikan merupakan hal yang sangat penting bagi semua manusia. Pendidikan juga berguna untuk meraih kehidupan masa mendatang yang lebih baik. Dengan adanya perkembangan kehidupan, maka pendidikan juga mengalami perkembangan. Oleh sebab itu pendidikan yang saat ini diterapkan kepada anak-anak sekolah berbeda dengan pendidikan dahulu, Terdapat perubahan pada pendidikan yang mengarah pada kemajuan  yang lebih baik. Dalam menghadapi perubahan perkembangan, dunia pendidikan juga memerlukan berbagai macam inovasi yang dilakukan untuk kemajuan kualitas pendidikan, contohnya tidak hanya menekankan pada teori, tetapi juga harus disertai dengan pembelajaran yang bersifat praktis atau praktikum. Saat ini, banyak siswa yang beranggapan bahwa aktivitas yang mengasyikkan justru berada di luar jam pelajaran. Mereka bersorak-sorai jika mendengar pengumuman pulang pagi, ada rapat guru, pembatalan ulangan atau guru tidak bisa mengajar karena sakit dan lain sebagainya. Oleh sebab itu pendidikan membutuhkan inovasi pembelajaran agar siswa bersemangat dalam mengikuti pelajaran di kelas. Moh.Sholeh Hamid S.Pd memcoba berinovasi melalui metode edutaiment agar para siswa mempunyai motivasi untuk belajar, antusias, dan berbahagia, bukannya terbebani dan menjadikan pelajaran di kelas menjadi momok yang menakutkan.
            Penulis menyatakan metode edutainment  mensinergikan antara pendidikan dengan sesuatu yang menyenangkan dan menghibur perlu dijalankan oleh guru dalam proses belajar mengajar di kelas. Metode edutainment sendiri menekankan pada tatanan metode,strategi, dan taktik pengajaran. Penulis mencoba mengubah konsep bahwa metode edutainment tidak hanya mampu diterapkan pada mata pelajaran tertentu saja. Penulis mengatakan, seorang pengajar yang baik dalam proses belajar pembelajaran hendaknya memperlakukan siswanya sesuai dengan kondisi dan karakteristik mereka masing-masing. Pendidik juga tidak boleh terlalu memaksa siswanya untuk mengikuti kemauan atau pikiran orang lain. Penulis mencoba memberikan teori dan terapan metode edutaiment yang patut dicoba untuk menciptakan pembelajaran yang menyenangkan bagi siswa. Dalam buku ini penulis menyajikan tentang macam-macam gaya  belajar siswa.

B.     Content
Edutainment sendiri berasal dari kata education yang berati pendidikan dan entertainment berarti hiburan. Jadi, dari segi bahasa bisa disimpulkan bahwa, edutainment  adalah pendidikan yang menghibur dan menyenangkan. Sementara itu, dari segi istilah, edutainment  adalah suatu pembelajaran yang mengkombinasikan secara antara pendidikan dan hiburan untuk menciptakan pembelajaran yang menyenangkan.
Dalam buku ini, penulis berusaha menjelaskan tentang banyak hal yang sangat bermanfaat untuk proses pengajaran, utamanya dengan metode edutaiment. Diantaranya :
pertama, mendesain ruang kelas yang tentu akan mempengaruhi suasana pembelajaran di dalam kelas. Dalam bab ini, penulis berusaha menerangkan tentang lingkungan kelas yang kondusif, pengaturan tata letak bangku, pemberian aroma terapi, pengaturan tanaman dan tumbuhan, dan alat bantu pendidikan. Dalam hal ini, yang paling penting adalah mengatur posisi tempat duduk sesuai dengan metode dan cara pembelajaran. Lingkungan kelas,mempengaruhi kemampuan siswa untuk focus dan menyerap informasi. Bila suasana dan kondisi kelas berantakan, kumuh, kotor dan tidak menarik bagi para siswa, maka mereka akan menganggap bahwa belajar itu tidak nyaman, melelahkan dan kuno. Sebaliknya, bila lingkungan ditata dengan baik, bersih, sehat, dan nyaman, serta mampu mendukung bagi pembelajaran siswa maka siswa akan focus dalam menyerap informsi.




Dalam hal ini, beberapa ide yang dapat dilakukan oleh guru adalah sebagai berikut :
ü  Menyediakan Gambar
·        Poster ikon/Simbol
·         Poster Afirmasi atau Poster Penegasan Diri
Mintalah siswa untuk membuat poster motivasi afirmasi dengan pesan-pesan khusus, misalnya “aku mampu mempelajari”, “aku bisa mengusainya”, “aku yakin bisa” dan lain sebagainya. Poster-poster disekeliling ruangan yang “mengucapkan” penegasan-penegasan seprti itu akan menjadi dialog internal, sehingga menguatkan keyakinan siswa tentang belajar dan isi materi yang diajarkan.


ü  Gunakan Warna
Gunakan warna untuk memperkuat pengajaran dan belajar siswa, karean otak berpikir dalam warna. Gunakan warna hijau, biru, ungu dan merah untuk kata-kata penting. Sedangkan untuk menggarisbawahi gunakan warna jingga dan kuning, serta warna hitam dan putih untuk kata-kata penghubung, seperti “dan”, “dari” , dan lainnya. Penggunaan warna pada dinding kelas dengan warna-warna tepat dapat membuat siswa lebih nyaman dan betah belajar. Menurut para ahli psikologi, warna merah, kuning, hijau, dan biru merupakan empat warna utama. Meskipun, belum bisa dipastikan dari sudut pandang sains, tetapi pada umumnya warna memiliki pengaruh atau sifat yang berbeda dalam aspek kehidupan manusia, termasuk juga dari kepribadiannya.
 Kedua, teknik mencatat, menulis, dan membaca. Teknik pencatatan, penulisan, dan pembacaan yang efektif adalah salah satu kemampuan terpenting yang dipelajari orang. Bagi siswa, kemampuan-kemampuan tersebut akan mempengaruhi nilai saat ujian. Sehingga, diharapkan siswa dapat memahami bagaimana penerapan teknik-teknik tersebut yang akan di jelasakan lebih lanjut dalam buku ini.
            Ketiga, model pembelajaran kolaboratif. Dalam buku ini menjelaskan, bahwa Vigotsky memperkenalkan gagasan bahwa belajar adalah pengalaman sosial. Sedangkan Piaget mempercayai bahwa siswa bekerja lebih baik jika mereka berfikir secara bersama. Dalam bab ini, penulis berusaha menjelaskan tentang karakteristik pembelajaran kolaboratif, peran guru dalam pembelajaran kolaboratif, dan peran siswa dalam pembelajaran kolaboratif.
           
 Keempat, metode pembelajaran interaktif. Metode pembelajaran interaktif yang dijabarkan dalam buku ini adalah metode pembelajaran yang menunujukkan adanya interaksi yang terjadi pada guru dan siswa yang menyenangkan dan memberdayakan.  Dalam bab ini, penulis mejelaskan tentang berbagai metode pembelajaran, macam-macam strategi pengajaran yang menarik dan menghibur bagi siswa, beberapa jenis permainan yang bisa dijadikan sebagai strategi pembelajaran, dan strategi mengatur siswa dalam kerangka edutaiment.
C.     Positive dan Negative dari Buku
Positive buku ini adalah terdapat berbagai jenis permainan yang bisa dijadikan sebagai strategi pembelajaran. Selain itu juga terdapat gambar-gambar yang menarik.
Negative buku ini adalah terdapat banyak kosakata asing yang sulit dipaham, serta sampul buku yang kurang menarik bagi pembaca.
D.    Ilmu yang Di dapat dari Buku
Ilmu yang didapat dari buku ini untuk diri saya sendiri adalah selain mengetahui cara pembelajaran yang efektif dan interaktif saya mengetahui bagaimana cara menarik dan menghibur siswa supaya semangat dalam mengikuti proses pembelajaran. Selain itu juga, saya jadi mengetahui bagaimana strategi-strategi mengatur siswa dalam kerangka edutainment.

E.     Saran dan Rekondasi Buku
Terdapat beberapa saran untuk pengembangan aplikasi edutainment, yaitu :
1.      Mengembangkan aplikasi edutainment untuk anak dengan konsep yang lebih menarik.
2.      Mengembangkan aplikasi edutainment untuk anak dengan menambah                 materi pembelajaran dan menambahkan animasi sehingga akan lebih menarik minat anak. Demikian saran yang dapat diberikan, semoga saran tersebut bisa dijadikan sebagai bahan masukan yang dapat bermanfaat bagi masyarakat yang ingin mengembangkan aplikasi ini.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar