Nama :
Elis Mikdariah
Kelas :
PBI-B
Subject : Writing For Academic Purpose
Metode
EDUtainment
By : Moh. Sholeh Hamid, S.Pd.
A. Muqaddimah
Pendidikan merupakan hal yang sangat
penting bagi semua manusia. Pendidikan juga berguna untuk meraih kehidupan masa
mendatang yang lebih baik. Dengan adanya perkembangan kehidupan,
maka pendidikan juga mengalami perkembangan. Oleh sebab itu pendidikan
yang saat ini diterapkan kepada anak-anak sekolah berbeda dengan pendidikan
dahulu, Terdapat perubahan pada pendidikan yang mengarah pada kemajuan
yang lebih baik. Dalam menghadapi perubahan perkembangan, dunia
pendidikan juga memerlukan berbagai macam inovasi yang dilakukan untuk kemajuan
kualitas pendidikan, contohnya tidak hanya menekankan pada teori, tetapi
juga harus disertai dengan pembelajaran yang bersifat praktis atau praktikum.
Saat ini, banyak siswa yang beranggapan bahwa aktivitas yang mengasyikkan
justru berada di luar jam pelajaran. Mereka bersorak-sorai jika mendengar
pengumuman pulang pagi, ada rapat guru, pembatalan ulangan atau guru
tidak bisa mengajar karena sakit dan lain sebagainya. Oleh sebab itu pendidikan
membutuhkan inovasi pembelajaran agar siswa bersemangat dalam mengikuti
pelajaran di kelas. Moh.Sholeh Hamid S.Pd memcoba berinovasi melalui metode
edutaiment agar para siswa mempunyai motivasi untuk
belajar, antusias, dan berbahagia, bukannya terbebani dan menjadikan
pelajaran di kelas menjadi momok yang menakutkan.
Penulis menyatakan metode edutainment mensinergikan
antara pendidikan dengan sesuatu yang menyenangkan dan menghibur perlu
dijalankan oleh guru dalam proses belajar mengajar di kelas. Metode edutainment
sendiri menekankan pada tatanan metode,strategi, dan taktik pengajaran.
Penulis mencoba mengubah konsep bahwa metode edutainment tidak hanya mampu
diterapkan pada mata pelajaran tertentu saja. Penulis mengatakan, seorang
pengajar yang baik dalam proses belajar pembelajaran hendaknya memperlakukan
siswanya sesuai dengan kondisi dan karakteristik mereka masing-masing. Pendidik
juga tidak boleh terlalu memaksa siswanya untuk mengikuti kemauan atau pikiran
orang lain. Penulis mencoba memberikan teori dan terapan metode edutaiment yang
patut dicoba untuk menciptakan pembelajaran yang menyenangkan bagi siswa. Dalam
buku ini penulis menyajikan tentang macam-macam gaya belajar siswa.
B. Content
Edutainment sendiri berasal dari kata education yang berati
pendidikan dan entertainment berarti hiburan. Jadi, dari segi bahasa
bisa disimpulkan bahwa, edutainment adalah pendidikan yang
menghibur dan menyenangkan. Sementara itu, dari segi
istilah, edutainment adalah suatu pembelajaran yang
mengkombinasikan secara antara pendidikan dan hiburan untuk menciptakan
pembelajaran yang menyenangkan.
Dalam buku ini, penulis berusaha menjelaskan tentang banyak hal
yang sangat bermanfaat untuk proses pengajaran, utamanya dengan
metode edutaiment. Diantaranya :
pertama, mendesain ruang kelas yang tentu akan mempengaruhi
suasana pembelajaran di dalam kelas. Dalam bab ini, penulis berusaha menerangkan
tentang lingkungan kelas yang kondusif, pengaturan tata letak bangku, pemberian
aroma terapi, pengaturan tanaman dan tumbuhan, dan alat bantu pendidikan. Dalam
hal ini, yang paling penting adalah mengatur posisi tempat duduk sesuai dengan
metode dan cara pembelajaran. Lingkungan kelas,mempengaruhi kemampuan siswa
untuk focus dan menyerap informasi. Bila suasana dan kondisi kelas berantakan,
kumuh, kotor dan tidak menarik bagi para siswa, maka mereka akan menganggap
bahwa belajar itu tidak nyaman, melelahkan dan kuno. Sebaliknya, bila
lingkungan ditata dengan baik, bersih, sehat, dan nyaman, serta mampu mendukung
bagi pembelajaran siswa maka siswa akan focus dalam menyerap informsi.
Dalam hal ini, beberapa ide yang dapat dilakukan oleh guru adalah sebagai berikut :
ü Menyediakan
Gambar
·
Poster ikon/Simbol
·
Poster Afirmasi atau Poster
Penegasan Diri
Mintalah siswa untuk membuat poster motivasi afirmasi dengan pesan-pesan khusus, misalnya “aku mampu mempelajari”, “aku bisa mengusainya”, “aku yakin bisa” dan lain sebagainya. Poster-poster disekeliling ruangan yang “mengucapkan” penegasan-penegasan seprti itu akan menjadi dialog internal, sehingga menguatkan keyakinan siswa tentang belajar dan isi materi yang diajarkan.
Mintalah siswa untuk membuat poster motivasi afirmasi dengan pesan-pesan khusus, misalnya “aku mampu mempelajari”, “aku bisa mengusainya”, “aku yakin bisa” dan lain sebagainya. Poster-poster disekeliling ruangan yang “mengucapkan” penegasan-penegasan seprti itu akan menjadi dialog internal, sehingga menguatkan keyakinan siswa tentang belajar dan isi materi yang diajarkan.
ü Gunakan Warna
Gunakan warna untuk memperkuat pengajaran dan belajar siswa, karean
otak berpikir dalam warna. Gunakan warna hijau, biru, ungu dan merah untuk
kata-kata penting. Sedangkan untuk menggarisbawahi gunakan warna jingga dan
kuning, serta warna hitam dan putih untuk kata-kata penghubung, seperti “dan”,
“dari” , dan lainnya. Penggunaan warna pada dinding kelas dengan warna-warna
tepat dapat membuat siswa lebih nyaman dan betah belajar. Menurut para ahli
psikologi, warna merah, kuning, hijau, dan biru merupakan empat warna utama.
Meskipun, belum bisa dipastikan dari sudut pandang sains, tetapi pada umumnya
warna memiliki pengaruh atau sifat yang berbeda dalam aspek kehidupan manusia,
termasuk juga dari kepribadiannya.
Kedua, teknik mencatat, menulis, dan membaca. Teknik
pencatatan, penulisan, dan pembacaan yang efektif adalah salah satu kemampuan
terpenting yang dipelajari orang. Bagi siswa, kemampuan-kemampuan tersebut akan
mempengaruhi nilai saat ujian. Sehingga, diharapkan siswa dapat memahami
bagaimana penerapan teknik-teknik tersebut yang akan di jelasakan lebih lanjut
dalam buku ini.
Ketiga, model pembelajaran
kolaboratif. Dalam buku ini menjelaskan, bahwa Vigotsky memperkenalkan gagasan
bahwa belajar adalah pengalaman sosial. Sedangkan Piaget mempercayai bahwa
siswa bekerja lebih baik jika mereka berfikir secara bersama. Dalam bab ini,
penulis berusaha menjelaskan tentang karakteristik pembelajaran kolaboratif,
peran guru dalam pembelajaran kolaboratif, dan peran siswa dalam pembelajaran
kolaboratif.
Keempat, metode pembelajaran interaktif. Metode
pembelajaran interaktif yang dijabarkan dalam buku ini adalah metode
pembelajaran yang menunujukkan adanya interaksi yang terjadi pada guru dan
siswa yang menyenangkan dan memberdayakan. Dalam bab ini, penulis mejelaskan
tentang berbagai metode pembelajaran, macam-macam strategi pengajaran yang
menarik dan menghibur bagi siswa, beberapa jenis permainan yang bisa dijadikan
sebagai strategi pembelajaran, dan strategi mengatur siswa dalam
kerangka edutaiment.
C. Positive dan Negative dari Buku
Positive buku ini adalah terdapat berbagai jenis permainan yang
bisa dijadikan sebagai strategi pembelajaran. Selain itu juga terdapat
gambar-gambar yang menarik.
Negative buku ini adalah terdapat banyak kosakata asing yang sulit
dipaham, serta sampul buku yang kurang menarik bagi pembaca.
D. Ilmu yang Di dapat dari Buku
Ilmu yang didapat dari buku ini untuk diri saya sendiri adalah
selain mengetahui cara pembelajaran yang efektif dan interaktif saya mengetahui
bagaimana cara menarik dan menghibur siswa supaya semangat dalam mengikuti
proses pembelajaran. Selain itu juga, saya jadi mengetahui bagaimana strategi-strategi
mengatur siswa dalam kerangka edutainment.
E. Saran dan Rekondasi Buku
Terdapat beberapa saran untuk pengembangan aplikasi edutainment,
yaitu :
1.
Mengembangkan aplikasi edutainment untuk anak dengan konsep yang lebih
menarik.
2.
Mengembangkan aplikasi edutainment untuk anak dengan menambah materi pembelajaran dan
menambahkan animasi sehingga akan lebih menarik minat anak. Demikian saran yang
dapat diberikan, semoga saran tersebut bisa dijadikan sebagai bahan masukan
yang dapat bermanfaat bagi masyarakat yang ingin mengembangkan aplikasi ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar