Review
buku “Metode
Edutainment”
Ekspresi
Kontradiktif yang terjadi di jaman pendidikan sekarang membuat kita miris
melihatnya. Apakah yang terjadi dengan pendidikan sekarang? Apakah ada yang
salah dengan sistem pemerintahan nya? Atau dengan kurikulumnya? Atau bisa juga
dengan siswa-siswi nya? Dari serentet pertanyaan tersebut, kita seharusnya
tidak menyalahkan siapapun. Karena ketidakseimbangan mutu pendidikan terjadi
karena antara peraturan dan yang diatur tidak memiliki komunikasi yang baik.
Itulah mengapa pendidikan tidak sampai kepada apa yang dituju.
Apakah Edutainment itu?
Dunia
pendidikan adalah dunia yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Itu adalah
kalimat pertama yang tertuang dalam buku “Metode Edutainment” karya Moh. Sholeh
Hamid, S.Pd. Dari pernyataan tersebut kita pun paham seberapa pentingnya
pendidikan untuk kita tanpa dijelaskan dengan panjang. Akan tetapi yang
terpenting disini adalah bagaimana cara menyampaikan pendidikan yang baik dan
menyenangkan? Edutainment berasal
dari kata education dan entertainment. Education berarti
pendidikan, sedangkan entertainment berarti hiburan. Jadi, dari segi bahasa,
edutainment adalah pendidikan yang menghibur dan menyenangkan. Sementara itu,
dari segi terminology, edutainment adalah suatu prosespembelajaran yang didesain
sedemikian rupa, sehingga muatan pendidikan dan hiburan bisa dikombinasikan
secara harmonis untuk menciptakan pembelajaran yang menyenangkan (Sholeh
Hamid:2011).
Dari
pengertian diatas adalah yang menjadi model dari pendidikan adalah bagaimana
kita memberikan pendidikan yang menyenangkan kepada siswa agar siswa tersebut
tidak merasa tertekan dengan adanya materi yang disampaikan oleh guru maupun
pendidik lainnya. Edutainment ini lebih menekankan pada tataran metode,
strategi, dan taktik. Dengan adanya tataran yang disebutkan siswa tidak akan
merasa bosan ataupun tegang dalam menempuh pendidikan yang formal. Akhmad
Sudrajat menyebutkan bahwa terdapat beberapa metode pembelajaran yang dapat
digunakan untuk mengimplementasikan strategi pembelajaran diantaranya ceramah,
demonstrasi, diskusi, simulasi, laboratorium, pengalaman lapangan,
brainstorming, debat, symposium, dll.
Cara
yang efektif dalam pembelajaran menurut saya adalah bagaimana kita menyampaikan
materi tersebut dengan mengkombinasikan beberapa permainan yang mengasah otak
siswa atau siswi. Karena permainan itu tidak membuat bosan dikelas. Akan tetapi
permainan pun memiliki kekurangan, jadi kita sebagai pendidik harus bisa memadu
padankan metode pembelajaran agar pengajaran bisa berjalan efektif. Edutainment
merupakan istilah yang relative masih baru dalam dunia pendidikan, yang menjadi
popular dengan perkembangan industry dan program hiburan pada abad ke-19. Pada
dasarnya tujuan hidup manusia yang hakiki adalah kebahagiaan yang identik
dengan kesenangan, baik kesenangan lahir maupun batin. Jika kebahagian tidak
seimbang antara lahir maupun batin kehidupan pun yang dirasakan hanya kesedihan
dan kebahagaian yang tidak hakiki.
Gaya belajar
Sebagai
pendidik yang akan memberikan pengajaran yang terbaik, kita harus mengetahui
gaya belajar siswa dan siswi kita dikelas. Macam-macam gaya belajar,
diantaranya: 1) Pelajar Visual
adalah tipe pelajar yang dapat belajar baik jika menggunkan indra penglihatan.
2) Pelajar Auditorial adalah siswa
yang dapat belajar dengan baik melalui indra pendengaran. 3) Pelajar Kinestetis adalah pelajar yang
dapat menangkap pelajaran dengan baik jika memnggunakan gerakan atau sentuhan.
Dari macam-macam gaya belajar tersebut kita harus mengetahui pelajar cenderung
yang mana, kita akan lebih mudah mengatur dan membuat metode seperti apa ketika
sedang belajar. Bisa juga dengan mengkelompokan gaya belajar masing-masing agar
berjalan dengan efektif. Kita sebagai guru kelak harus pandai berkomunasi
dengan siswa agar kita bisa melakukan pendekatan dengan mudah. Karena
komunikasi sangat penting dalam pembelajaran. Jika salah satu siswa terjadi
miss komunikasi akan terjadi kesalahpahaman atau pilih kasih yang dirasakan
oleh siswa tersebut.
Ruang Kelas
Ruang
kelas pun adalah komponen terpenting dalam menciptakan pembelajaran yang
menyenangkan, karena akan mempengaruhi suasana pembelajaran dikelas.
Menciptakan kenyamanan dikelas adalah tugas guru dan siswa agar pembelajaran
berjalan dengan koefesien dan efektif. Apabila pembelajaran dihiasi dengan
suasana yang tidak nyaman pasti akan terjadi pembelajaran yang tidak efektif.
Dimulai dari lingkungan kelas, kita bisa menyediakan gambar seperti poster atau
ikon simbol pada setiap konsep utama pelajaran yang diajarkan. Bisa juga dengan
memajang poster motivasi afirmasi seperti “Jagalah kebersihan”, “Buanglah
sampah pada tempatnya”, “Sayangi kelas kita”.
Guru
menuntun siswa agar lebih kreatif dengan karya ciptanya dikelas. Hal tersebut
bisa sebagai apresiasi guru kepada siswa nya. Pemakaian warna pun ikut andil
dalam pembelajaran, gunakan warna-warna yang terang atau adem. Seperti warna
hijau, biru, biru tua, coklat, hitam, kuning, ungu, dan putih. Jangan
mengkombinasikan warna yang kontras didalam kelas, contoh kita menggunakan
warna merah dan hitam. Suasana kelas pun menjadi gelap, kita harus pintar
mengkombinasikan warna yang tepat didalam kelas.
Pengaturan
bangku pun sangat penting, seperti formasi tradisonal, formasi auditorium,
formasi chevron, formasi kelas bentuk huruf U, formasi konferensi, formasi meja
pertemuan, formasi pengelompokan terpisah, formasi tempat kerja, formasi
kelompok untuk kelompok, formasi lingkaran, dan formasi peripheral. Tidak lupa
juga pemberian aroma terapi didalam kelas, aroma yang wangi dan segar akan
membuat suasana lebih nyaman. Efeknya dapat melegakan pernapasan dan
menetralisir bau-bau yang tidak sedap. Untuk itu didalam kelas minimal harus
ada dua tanaman alami dalam pot.
Didalam
buku ini pun terdapat tehnik-tehnik dalam pembelajaran, yaitu tehnik mencatat,
menulis dan membaca. Dari ketiga tehnik tersebut memiliki kekurangandan
kelebihan. Siswa pun memiliki ketertarikan sendiri dalam ketiga tehnik
tersebut. Pun tidak tertinggal dalam pembelajaran kolaboratif. Pembelajaran
kolaboratif merupakan metode pembelajaran yang menerapkan paradigma baru dalam
teori-teori belajar. Peran guru dalam pembelajaran kolaboratif adalah guru
sebagai fasilitator dan guru sebagai model.
Adapun
peran siswa dalam pembejarang kolaboratif adalah membentuk tujuan, mendesain
tugas pembelajaran dan pengawasan, penilain diri, pentingnya interaksi dalam
pembejaran kolaboratif, dan berbagai tantangan dan konflik dalam pembelajaran
kolaboratif. Metode pembelajaran interaktif merupakan suatu proses yang
mengandung serangkaian perbuatan guru dan siswa atas dasar hubungan timbal
balik. Berbgaia metode pembelajaran yang berdifat interaksi, seperti: metode
ceramah, metode proyek, metode eksperimen, metode pemberian tugas dan
pembacaan, metode diskusi, dan metode latihan.
Positif & Negatif
Positif:
Buku ini lebih banyak terdapat isi atau materi yang positif, kenapa? karena
buku ini memandu kita bagi para guru pemula agar bisa memahami lingkungan
pendidikan, cara mendidik yang baik, menciptakan kenyamanan dikelas maupun
disekolah. Buku ini penting untuk dipelajari bagi guru.
Negatif:
Buku ini dari segi negatif nya lebih sedikit, tapi dari segi bahasa nya lebih
diperjelas dan letak tanda baca harus tepat.
Pengetahuan yang
didapat dari buku “Metode Edutainment”
Saya
sebagai calon guru penting sekali memahami dan mengenali karakteristik siswa
dan siswi nya dalam proses pembelajaran. Buku ini memberikan panduan agar cara
mengajar kita tidak membosankan siswa nya. Menciptakan suasana kelas yang
nyaman dan wangi pun penting dalam proses pembejaran, pemelihan warna kelas.
Menurut beberapa guru pengaturan ruang kelas tidak penting. Tapi menurut saya
pengaturan dan tata ruang kelas penting untuk menciptakan kenyamanan siswa nya.
Adapau metode pembelajaran interkatif,
saya kini lebih paham bagaimana agar kita lebih interaktif dikelas.
Saran
Pembahasan
dari buku “Metode Edutainment” ini memberikan solusi pemilihan pembelajaran
yang efektif, menarik, dan menyenangkan bagi para siswa. Sudah tidak popular
lagi jika guru mengajar dengan menegangkan dan menakutkan bagi para siswa.
Banyak sekali metode yang terdapat dalam buku ini. bagi para calon guru, mulai
dari sekarang pikirkan bagaimana metode kita dalam pembelajaran dikelas. Agar
siswa dan siswi merasa nyaman. Yang terpenting adalah bagaimana kita
menciptakan murid yang berpendidikan, bermoral, dan berperilaku baik dikelas
ataupun dilingkungan. Untuk saran penjelasan dari edutainment ini lebih
dikembangkan lagi dan memberikan solusi yang bisa membuat permasalahan dalam
pendidikan bisa terselesaikan.
Referensi
Hamid Sholeh, Moh. 2011. Metode Edutainment. Yogyakarta: DIVA press.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar